?
terapi cahaya atau yang dikenal dengan phottherapy ini telah digunakan dalam pengobatan penyakit kulit, seperti psoriasis, penyakit yang dipicu ketiadaan sinar matahari di musim dingin (seasonal affective disorder) yang tiap tahun menyerang jutaan orang. Tidak heran penggunaan cahaya sebagai alat terapi terus berkembang.
?
Berikut adalah sejumlah penyakit yang bisa disembuhkan dengan phototherapy:
?
Sakit punggung
Para peneliti di University Hospital of Heidelberg telah menciptakan sebuah tampal (patch) yang berkhasiat untuk menyembuhkan sakit di daerah punggung yang kronis. Tampal ini dipakai di atas kulit di area yang sakit dan akan mengeluarkan cahaya kebiruan yang menurut studi sebelumnya mampu meningkatkan produksi oksida nitrat yang memperbesar pembuluh darah, melemaskan sel toto halus, menambah jumlah oksigen dalam sel, dan membantu membuang zat sampah dari metabolisme dan racun yang merusak sel tubuh. Aliran darah yang bertambah banyak ke area yang sakit, kata ilmuwan, menambah jumlah zat pereda sakit dan juga mengurangi kejang otot dengan membuat serat otot menjadi lebih santai.
?
Migrain
Sebuah studi terhadap para penderita migrain di San Diego State University School of Nursing menemukan adanya efek kilatan cahaya merah ke mata manusia yang menderita migrain. Mereka menemukan bahwa migrain mereda di 93% penderita yang melihat kilatan ini dan 72% mengatakan migrain yang muncul hilang dalam satu jam saja. Studi lainnya dilakukan oleh The Royal Postgraduate Medical School London yang menemukan bahwa rangsangan cahaya (cahaya berpendar yang disinarkan ke mata tertutup) memperpendek serangan migrain dalam peserta studi dan hingga 55% melaporkan adanya peningkatan dalam hal waktu antara serangan migrain.
?
Premenstrual syndrome (PMS)
Dr. Duncan Anderson selaku? doktor riset di The Royal Postgraduate Medical School di London menemukan bahwa rangsangan cahaya yang sama yang menyembuhkan migrain juga efektif dalam mengobati PMS. Para wanita rata-rata mengalami penurunan gejala PMS sebanyak 76% dan mengalami efek samping yang positif seperti perbaikan dalam pola tidur dan penurunan berat badan bagi mereka yang suka makan secara tidak terkendali.
?
Stroke
Penelitian menunjukkan cahaya infra merah yang digunakan dalam alat pengendali jarak jauh TV (remote control) dapat membantu pemulihan korban stroke saat digunakan dalam waktu 18 jam sejak menderita serangan. Para peneliti meyakini bahwa cahaya infra merah mungkin menyegarkan kembali sel otak atau mempercepat pelepasan antioksidan pelindung. Satu studi menemukan bahwa cahaya infra merah membantu 70% pasien stroke menuju pemulihan yang lebih baik.
?
Tukak lambung
Cahaya biru bisa juga digunakan sebagai alat penyembuh untuk membunuh Helicobacter pylori bacteria, bakteri inilah yang memicu tukak lambung. Sejumlah studi pada menyimpulkan penyinaran cahaya biru dalam lambung selama kurang dari satu jam membunuh 91% bakteri, dan mungkin bisa menjadi opsi bagi para pasien tukak lambung parah yang belum menunjukkan perbaikan kondisi dengan perawatan antibiotika konvensional. Dalam satu tes, dilaporkan oleh National Institutes of Health bahwa sejumlah pasien mengalami penurunan H. pylori hingga 99%.
?
Epilepsi
Percobaan ?yang dilakukan oleh ilmuwan University College London dengan menggunakan cahaya putih terang dengan kotak cahaya sebagai terapi non-invasif untuk penderita epilepsi.?Ditemukan bukti bahwa terapi cahaya dapat membantu menyembuhkan mereka yang menderita serangan epilepsi, sebagaimana yang disimpulkan dari sebuah studi yang menemukan bahwa serangan akan lebih sedikit terjadi di hari yang cerah daripada hari yang mendung dan gelap,? kata peneliti utama Dr. Sallie Baxendale. ?Kami berharap studi ini akan memberikan bukti bagi efek terapi cahaya, dan suatu saat nanti terapi ini bisa digunakan sebagai metode penyembuhan pasien yang tidak merespon pengobatan yang diberikan,? ujarnya.
?
Napas berbau dan gangguan gusi
Cahaya biru yang digunakan untuk pemutihan gigi berpotensi membunuh bakteri di air liur yang menimbulkan napas berbau kurang sedap dan menyebabkan periodontitis, satu jenis infeksi yang bisa menyebabkan hilangnya gigi dan tulang di rongga mulut. Para peneliti di Hebrew University dan Hadassah School of Dental Medicine menemukan bahwa cahay biru ini secara signifikan mengurangi jumlah bakteri yang memicu napas berbau. (*AP)
?
?
No comments:
Post a Comment