Monday, 19 May 2014

Disuntik Vaksin Cacar Air, Pasien Kanker Ini Benar-benar Sembuh


Seorang pasien kanker di uji klinis di Mayo Clinic kini telah diizinkan pulang setelah dirawat dengan dosis tinggi cacar air" href="http://www.ciputranews.com/kesehatan">vaksin cacar air.


Stacy Erholtz berpeluang kecil untuk bertahan dari serangan kanker darah saat ia ke Mayo Juni lalu untuk menjalani perawatan eksperimental. Para dokter kemudian memberikan suntikan intravena dengan 100 miliar unit virus cacar air yang cukup untuk menginokulasi 10 juta orang.


Tindakan itu membuat Erholtz yang berusia 50 tahun itu lebih baik kondisinya. Para dokter menemukan kanker benar-benar hilang dari badannya dan ia telah diizinkan pulang.


"Ini sungguh mencengangkan,"ujar Dr. Stephen Russell, profesor di bidang medis molekular dan mengepalai eksperimen di Mayo. "Kami tahu dalam waktu lama bahwa kami bisa memberikan visu secara intravena dan menghancurkan kanker metastatik di badan tikus percobaan laboratorium. Tak seorang pun yang menunjukkan bahwa Anda bisa melakukan itu pada pasien manusia  sebelumnya."


Ini bukan hal yang baru bagi ilmuwan. Mereka sudah mengetahui sebelumnya sejak beberapa dekade lalu bahwa sejumlah virus memiliki khasiat anti kanker. Saat virus mengikat tumor, ia menggunakan tumor sebagai inang bagi penggandaan material genetiknya. (upi/ap)

Peneliti Temukan Bahan-bahan di Produk Harian Pemicu Kanker Payudara


Bensin dan bahan kimia yang terbentuk oleh proses pembakaran dari kendaraan, peralatan pemotong rumput , merokok dan makanan hangus merupakan salah satu sumber terbesar dari karsinogen kelenjar susu yang ada di lingkungan.


Ruthann A. Rudel, Janet M. Ackerman dan Julia Green Brody dari Silent Spring Institute dan Kathleen R. Attfield dari Harvard School of Public Health mengidentifikasi bahan kimia prioritas tertinggi untuk menargetkan untuk pencegahan kanker payudara.


"Setiap wanita di Amerika telah terkena bahan kimia yang dapat meningkatkan risikonya terkena kanker payudara. Sayangnya, hubungan antara bahan kimia beracun dan kanker payudara sebagian besar telah diabaikan, " kata peneliti dalam studi ini, Julia Brody , direktur eksekutif di Silent Spring Institute , mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi.


"Mengurangi paparan kimia bisa menghemat banyak sekali nyawa perempuan. Ketika Anda berbicara dengan orang tentang pencegahan kanker payudara , paparan bahan kimia seringkali bahkan tidak dibahas oleh mereka. Studi yang membahas kontribusi paparan bahan kimia beracun belum banyak diperhatikan dan didanai dalam riset kanker payudara."


Studi ini menemukan bahwa bahan pemicu kanker (karsinogen) kelenjar mammae lainnya termasuk :- Pelarut , seperti metilen klorida dan pelarut organik terhalogenasi lain yang digunakan dalam penghilang noda, pembersih khusus dan minyak pelumas industri.


- Hormon farmasi seperti terapi hormon pengganti ; zat pemadam nyala api tertentu yang digunakan dalam furnitur ; bahan kimia yang digunakan dalam industri tekstil tahan noda dan pelapis anti lengket; dan stirena ditemukan dalam asap tembakau dan juga digunakan untuk membuat styrofoam.


- Air minum. Hal ini dapat mengandung karsinogen kelenjar mammae, desinfeksi tersebut residu atau pelarut .


Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives. (upi/ap)

Jarang Olahraga Lebih Parah Dampaknya Ketimbang Merokok


Banyak yang mengetahui jika kurang berolahraga dapat mengganggu kesehatan dan memperpendek usia, namun masih ada yang memilih berleha-leha diatas sofa sambil menonton televisi atau berselancar di internet berjam-jam.


Sebuah studi baru pun memastikan bahwa kurang olahraga merupakan faktor risiko terbesar bagi wanita berusia di atas 30 tahun untuk terserang penyakit jantung.


Studi yang dilakukan University of Queensland Australia yang melibatkan lebih dari 30.000 wanita yang lahir di tahun 1920-an, 1940-an dan 1970-an ini menemukan kebiasaan merokok paling berdampak pada kesehatan jantung wanita berusia di bawah 30 tahun.


Namun, bagi wanita yang lebih tua, faktor risiko ini ditentukan oleh kurangnya aktivitas fisik yang mereka lakukan. Dengan asumsi, semakin menua kebiasaan merokok wanita-wanita ini terus berkurang atau malah dihentikan.


Ini menjadi dasar pemahaman bahwa kampanye agar orang-orang termotivasi untuk aktif bergerak harus lebih ditingkatkan ketimbang kampanye meninggalkan kebiasaan merokok.


Prof Wendy Brown dari pusat riset olahraga, aktivitas fisik dan kesehatan University of Queensland, kepada BBC mengatakan," Kita butuh usaha lebih untuk mendorong agar para wanita tetap aktif, bahkan hingga usianya senja."


Wendy menambahkan, bila seorang wanita mau berolahraga sedikitnya 30 menit atau yang paling ideal 45 menit, maka kesehatannya akan terdongkrak dan risiko sakit jantung yang menghantuinya bisa menurun hingga 50 persen.


National Health Service (NHS) UK pun merekomendasikan agar orang dewasa berusia 19-64 tahun rajin melakukan aktivitas selama 150 menit atau lima hari seminggu, masing-masing selama 30 menit, agar terhindar dari berbagai penyakit mematikan dan memiliki masa hidup yang lebih panjang.(ris)

Kualitas Sperma Pria Buruk, Risiko Kematian Meninggi


Para pria dengan dua abnormalitas atau lebih dalam sperma mereka (volume, jumlah sperma, motilitas dan bentuknya) dua kali lebih berisiko mengalami kematian selama periode studi 8 tahun dibandingkan dengan para rekannya dengan sperma normal.


Peneliti utama Dr. Michael Eisenberg, asisten pengajar urologi dan direktur medis dan pembedahan reproduksi pria di Stanford University School of Medicine, mengatakan sekitar 1 dari 7 pasangan di negara-negara maju terdampak dalam beberapa aspek terkait infertilitas ini.


Eisenberg dan peneliti senior Dolores Lamb dan Dr. Larry Lipshultz, keduanya dari Baylor College of Medicine, menganalisis catata mendis sekitar 12 ribu pria berusia 20 hingga 50 tahun yang sudah dievaluasi untuk kemungkin infertilitas dari tahun 1994 hingga 2011 di Stanford Hospital and Clinics atau antara 1989 dan 2009 di Baylor College of Medicine di Houston.


Studi yang dipublikasikan di HUman Reproduction itu menemukan bahwa makin banyak jumlah ketidakwajaran dalam sperma seorang pria, makin tinggi risiko kematiannya.(upi/ap)

FDA: Tato Temporer Juga Punya Risiko Tersendiri


Karena risiko tato permanen, reaksi kulit alergi, infeksi, tetanus, hepatitis B, hepatiti C, komplikasi MRI, dan sebagainya, banyak yang beralih untuk menggunakan tato temporer, tetapi tato semacam ini juga memiiki risiko tersendiri.


Apa saja risikonya? Sebagian penggemar tato mungkin berpikir tato temporer adalah alternatif yang lebih aman daripada tato permanen karena tidak mengharuskan penggunaan jarum. Terdapat kandungan bahan tambahan perwarna buatan yang berisiko mengganggu kesehatan.


FDA (Badan Obat dan Makanan AS) memperingatkan adanya laporan reaksi tato temporer yang mungkin dapat memicu dan lebih lama dampaknya dari tato temporer. Reaksi ini misalnya kemerahan, bengkak merah, luka, hilangnya pigmen, kepekaan yang berlebihan pada sinar matahari dan bahkan bekas luka permanen. Sebuah reaksi bisa terjadi langsung atau bisa terjadi sepekan kemudian.


Pakar kimia Petigara Harp, pakar epidemi Katherine Hollinger dan ahli kimia John Gasper, semuanya dari FDA,  mengatakan henna hanya diperkenankan untuk pewarna rambut. 


Henna tidak disetujui untuk dipakai di kulit sebagaimana yang dilakukan dalam "mehndi" atau proses hias tubuh. Penggunaan henna di kulit dinyatakan ilegal di AS.


PPD, bahan yang berpotensi menimbulkan reaksi kulit berbahaya pada sebagain orang, tidak diperkenankan dipakai dalam kosmetik di AS, kata FDA. (ap)



Sunday, 18 May 2014

Ubi Jalar Berikan Nutrisi Terbaik dengan Harga Terjangkau


Para dokter di AS menyarankan agar orang dewasa dan anak-anak mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran namun sebuah kelompok advokasi makanan mengatakan ubi jalar memberikan kandungan nutrisi terbaik dengan harga terjangkau. Center of Science in the Public Interest di Washington memeringkatkan sayuran berdasarkan kandungan serat pangan, gula alami dan karbohidrat kompleks, protein, vitamin A dan C, zat besi dan kalsium dengan memberikan poin pada tiap jenis makanan ini.


Di samping itu, poin-poin ini dikurangi dengan kandungan lemak yang ada dalam setiap bahan makanan, terutama lemak jenuhnya, garam, kolesterol, gula tambahan dan kafein. Makin tinggi skornya, makin bergizi makanan itu.


CSPI menemukan bahwa ubi jalar menduduki peringkat teratas dari semua sayuran yang diteliti.


Dengan skor 184, ubi jalar melampaui kandungan gizi kentang panggang hingga lebih dari 100 poin, demikian ungkap laman foodreference.com.


ubi jalar mencapai skor tertinggi untuk serat pangan, gula alami, karbohidrat kompleks, portein, vitamin A dan C, zat besi dan kalsium.


Di antara sayuran dari umbi-umbian, ubi jalar memberikan tingkat glikemik terendah. ubi jalar juga dapat dengan mudah dicerna, yang membuat kadar gula darah naik perlahan sehingga orang merasa kenyang lebih lama. Makin rendah kadar glikemik makanan, makin berkurang peluangnya membuat kita gemuk.


Berikut adalah 5 sayuran lainnya dengan peringkat tertinggi selain ubi jalar:


1. Bayam (skor 76)


2. Kale (skor 55)


3. Sayuran campur (skor 52)


4. Brokoli (52)


5. Winter squash panggang (skor 44)


Mengetahui itu, ada baiknya Anda mencoba mengkonsumsi ubi jalar dan umbi-umbian lainnya agar asupan sehari-hari Anda lebih sehat. Dan selain itu, menganekaragamkan pangan kita akan lebih baik daripada tergantung hanya pada beras saja bukan? (upi/ap)

Kandungan CO2 Pada Minuman Karbonasi Aman Dikonsumsi

karbon dioksida atau CO2 merupakan bahan yang aman digunakan pada produk minuman karena pada dasarnya sama dengan gas alam yang kita keluarkan saat bernafas dan dihirup tanaman saat proses respirasi, kata ahli gizi dan Pakar Teknologi Pangan, Prof. Dr. Made Astawan.

"karbon dioksida yang digunakan pada proses karbonasi pada dasarnya sama dengan gas alam yang kita keluarkan saat bernafas dan dihirup tanaman saat proses respirasi," katanya dalam diskusi media tentang efek karbonasi minuman bagi kesehatan, di Jakarta, Rabu.

Ia mengungkapkan, hasil kajian JECFA (Join Expert Committee on Food Additivies) menetapkan ADI (Acceptable Daily Intake) untuk karbon dioksida adalah "not specified", artinya tidak ada kekhawatiran risiko mengenai penambahan zat ini dalam minuman.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun menetapkan karbon dioksida merupakan bahan pengkarbonasi yang diizinkan penggunaannya pada produk pangan, yaitu untuk membentuk karbonasi pada produk makanan dan minuman.

Karbonasi sendiri, menurutnya merupakan proses dimasukannya karbon dioksida ke dalam cairan dengan tekanan tinggi sehingga menghasilkan gelembung dalam minuman dengan cita rasa "mengigit" atau "krenyes".

"Minuman bersoda akan tetap "menggigit" selama kemasannya belum dibuka. Menariknya, saat tertelan, ternyata sebagian besar karbonasi dalam minuman bersoda sebenarnya tidak sampai di lambung karena sebagian besar gas telah menguap ketika kemasan dibuka," jelasnya.

Kemudian, gelembung yang tersisa dalam minuman akan segera diserap melalui dinding saluran pencernaan.

Menurutnya, jumlah karbon dioksida yang diserap oleh tubuh relatif sangat kecil dibandingkan jumlah karbondioksida yang dihasilkan tubuh kita secara terus menerus secara alami, yaitu saat metabolisme karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi. Menyoal anjuran aman untuk mengonsumsi karbon dioksida, ia mengatakan tak ada batasan khususnya.

"Tidak ada batasan asupan karbon dioksida, karena bukan sesuatu yang dibatas-batasi," katanya. (ant)