Monday, 19 May 2014

Disuntik Vaksin Cacar Air, Pasien Kanker Ini Benar-benar Sembuh


Seorang pasien kanker di uji klinis di Mayo Clinic kini telah diizinkan pulang setelah dirawat dengan dosis tinggi cacar air" href="http://www.ciputranews.com/kesehatan">vaksin cacar air.


Stacy Erholtz berpeluang kecil untuk bertahan dari serangan kanker darah saat ia ke Mayo Juni lalu untuk menjalani perawatan eksperimental. Para dokter kemudian memberikan suntikan intravena dengan 100 miliar unit virus cacar air yang cukup untuk menginokulasi 10 juta orang.


Tindakan itu membuat Erholtz yang berusia 50 tahun itu lebih baik kondisinya. Para dokter menemukan kanker benar-benar hilang dari badannya dan ia telah diizinkan pulang.


"Ini sungguh mencengangkan,"ujar Dr. Stephen Russell, profesor di bidang medis molekular dan mengepalai eksperimen di Mayo. "Kami tahu dalam waktu lama bahwa kami bisa memberikan visu secara intravena dan menghancurkan kanker metastatik di badan tikus percobaan laboratorium. Tak seorang pun yang menunjukkan bahwa Anda bisa melakukan itu pada pasien manusia  sebelumnya."


Ini bukan hal yang baru bagi ilmuwan. Mereka sudah mengetahui sebelumnya sejak beberapa dekade lalu bahwa sejumlah virus memiliki khasiat anti kanker. Saat virus mengikat tumor, ia menggunakan tumor sebagai inang bagi penggandaan material genetiknya. (upi/ap)

Peneliti Temukan Bahan-bahan di Produk Harian Pemicu Kanker Payudara


Bensin dan bahan kimia yang terbentuk oleh proses pembakaran dari kendaraan, peralatan pemotong rumput , merokok dan makanan hangus merupakan salah satu sumber terbesar dari karsinogen kelenjar susu yang ada di lingkungan.


Ruthann A. Rudel, Janet M. Ackerman dan Julia Green Brody dari Silent Spring Institute dan Kathleen R. Attfield dari Harvard School of Public Health mengidentifikasi bahan kimia prioritas tertinggi untuk menargetkan untuk pencegahan kanker payudara.


"Setiap wanita di Amerika telah terkena bahan kimia yang dapat meningkatkan risikonya terkena kanker payudara. Sayangnya, hubungan antara bahan kimia beracun dan kanker payudara sebagian besar telah diabaikan, " kata peneliti dalam studi ini, Julia Brody , direktur eksekutif di Silent Spring Institute , mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi.


"Mengurangi paparan kimia bisa menghemat banyak sekali nyawa perempuan. Ketika Anda berbicara dengan orang tentang pencegahan kanker payudara , paparan bahan kimia seringkali bahkan tidak dibahas oleh mereka. Studi yang membahas kontribusi paparan bahan kimia beracun belum banyak diperhatikan dan didanai dalam riset kanker payudara."


Studi ini menemukan bahwa bahan pemicu kanker (karsinogen) kelenjar mammae lainnya termasuk :- Pelarut , seperti metilen klorida dan pelarut organik terhalogenasi lain yang digunakan dalam penghilang noda, pembersih khusus dan minyak pelumas industri.


- Hormon farmasi seperti terapi hormon pengganti ; zat pemadam nyala api tertentu yang digunakan dalam furnitur ; bahan kimia yang digunakan dalam industri tekstil tahan noda dan pelapis anti lengket; dan stirena ditemukan dalam asap tembakau dan juga digunakan untuk membuat styrofoam.


- Air minum. Hal ini dapat mengandung karsinogen kelenjar mammae, desinfeksi tersebut residu atau pelarut .


Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives. (upi/ap)

Jarang Olahraga Lebih Parah Dampaknya Ketimbang Merokok


Banyak yang mengetahui jika kurang berolahraga dapat mengganggu kesehatan dan memperpendek usia, namun masih ada yang memilih berleha-leha diatas sofa sambil menonton televisi atau berselancar di internet berjam-jam.


Sebuah studi baru pun memastikan bahwa kurang olahraga merupakan faktor risiko terbesar bagi wanita berusia di atas 30 tahun untuk terserang penyakit jantung.


Studi yang dilakukan University of Queensland Australia yang melibatkan lebih dari 30.000 wanita yang lahir di tahun 1920-an, 1940-an dan 1970-an ini menemukan kebiasaan merokok paling berdampak pada kesehatan jantung wanita berusia di bawah 30 tahun.


Namun, bagi wanita yang lebih tua, faktor risiko ini ditentukan oleh kurangnya aktivitas fisik yang mereka lakukan. Dengan asumsi, semakin menua kebiasaan merokok wanita-wanita ini terus berkurang atau malah dihentikan.


Ini menjadi dasar pemahaman bahwa kampanye agar orang-orang termotivasi untuk aktif bergerak harus lebih ditingkatkan ketimbang kampanye meninggalkan kebiasaan merokok.


Prof Wendy Brown dari pusat riset olahraga, aktivitas fisik dan kesehatan University of Queensland, kepada BBC mengatakan," Kita butuh usaha lebih untuk mendorong agar para wanita tetap aktif, bahkan hingga usianya senja."


Wendy menambahkan, bila seorang wanita mau berolahraga sedikitnya 30 menit atau yang paling ideal 45 menit, maka kesehatannya akan terdongkrak dan risiko sakit jantung yang menghantuinya bisa menurun hingga 50 persen.


National Health Service (NHS) UK pun merekomendasikan agar orang dewasa berusia 19-64 tahun rajin melakukan aktivitas selama 150 menit atau lima hari seminggu, masing-masing selama 30 menit, agar terhindar dari berbagai penyakit mematikan dan memiliki masa hidup yang lebih panjang.(ris)

Kualitas Sperma Pria Buruk, Risiko Kematian Meninggi


Para pria dengan dua abnormalitas atau lebih dalam sperma mereka (volume, jumlah sperma, motilitas dan bentuknya) dua kali lebih berisiko mengalami kematian selama periode studi 8 tahun dibandingkan dengan para rekannya dengan sperma normal.


Peneliti utama Dr. Michael Eisenberg, asisten pengajar urologi dan direktur medis dan pembedahan reproduksi pria di Stanford University School of Medicine, mengatakan sekitar 1 dari 7 pasangan di negara-negara maju terdampak dalam beberapa aspek terkait infertilitas ini.


Eisenberg dan peneliti senior Dolores Lamb dan Dr. Larry Lipshultz, keduanya dari Baylor College of Medicine, menganalisis catata mendis sekitar 12 ribu pria berusia 20 hingga 50 tahun yang sudah dievaluasi untuk kemungkin infertilitas dari tahun 1994 hingga 2011 di Stanford Hospital and Clinics atau antara 1989 dan 2009 di Baylor College of Medicine di Houston.


Studi yang dipublikasikan di HUman Reproduction itu menemukan bahwa makin banyak jumlah ketidakwajaran dalam sperma seorang pria, makin tinggi risiko kematiannya.(upi/ap)

FDA: Tato Temporer Juga Punya Risiko Tersendiri


Karena risiko tato permanen, reaksi kulit alergi, infeksi, tetanus, hepatitis B, hepatiti C, komplikasi MRI, dan sebagainya, banyak yang beralih untuk menggunakan tato temporer, tetapi tato semacam ini juga memiiki risiko tersendiri.


Apa saja risikonya? Sebagian penggemar tato mungkin berpikir tato temporer adalah alternatif yang lebih aman daripada tato permanen karena tidak mengharuskan penggunaan jarum. Terdapat kandungan bahan tambahan perwarna buatan yang berisiko mengganggu kesehatan.


FDA (Badan Obat dan Makanan AS) memperingatkan adanya laporan reaksi tato temporer yang mungkin dapat memicu dan lebih lama dampaknya dari tato temporer. Reaksi ini misalnya kemerahan, bengkak merah, luka, hilangnya pigmen, kepekaan yang berlebihan pada sinar matahari dan bahkan bekas luka permanen. Sebuah reaksi bisa terjadi langsung atau bisa terjadi sepekan kemudian.


Pakar kimia Petigara Harp, pakar epidemi Katherine Hollinger dan ahli kimia John Gasper, semuanya dari FDA,  mengatakan henna hanya diperkenankan untuk pewarna rambut. 


Henna tidak disetujui untuk dipakai di kulit sebagaimana yang dilakukan dalam "mehndi" atau proses hias tubuh. Penggunaan henna di kulit dinyatakan ilegal di AS.


PPD, bahan yang berpotensi menimbulkan reaksi kulit berbahaya pada sebagain orang, tidak diperkenankan dipakai dalam kosmetik di AS, kata FDA. (ap)



Sunday, 18 May 2014

Ubi Jalar Berikan Nutrisi Terbaik dengan Harga Terjangkau


Para dokter di AS menyarankan agar orang dewasa dan anak-anak mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran namun sebuah kelompok advokasi makanan mengatakan ubi jalar memberikan kandungan nutrisi terbaik dengan harga terjangkau. Center of Science in the Public Interest di Washington memeringkatkan sayuran berdasarkan kandungan serat pangan, gula alami dan karbohidrat kompleks, protein, vitamin A dan C, zat besi dan kalsium dengan memberikan poin pada tiap jenis makanan ini.


Di samping itu, poin-poin ini dikurangi dengan kandungan lemak yang ada dalam setiap bahan makanan, terutama lemak jenuhnya, garam, kolesterol, gula tambahan dan kafein. Makin tinggi skornya, makin bergizi makanan itu.


CSPI menemukan bahwa ubi jalar menduduki peringkat teratas dari semua sayuran yang diteliti.


Dengan skor 184, ubi jalar melampaui kandungan gizi kentang panggang hingga lebih dari 100 poin, demikian ungkap laman foodreference.com.


ubi jalar mencapai skor tertinggi untuk serat pangan, gula alami, karbohidrat kompleks, portein, vitamin A dan C, zat besi dan kalsium.


Di antara sayuran dari umbi-umbian, ubi jalar memberikan tingkat glikemik terendah. ubi jalar juga dapat dengan mudah dicerna, yang membuat kadar gula darah naik perlahan sehingga orang merasa kenyang lebih lama. Makin rendah kadar glikemik makanan, makin berkurang peluangnya membuat kita gemuk.


Berikut adalah 5 sayuran lainnya dengan peringkat tertinggi selain ubi jalar:


1. Bayam (skor 76)


2. Kale (skor 55)


3. Sayuran campur (skor 52)


4. Brokoli (52)


5. Winter squash panggang (skor 44)


Mengetahui itu, ada baiknya Anda mencoba mengkonsumsi ubi jalar dan umbi-umbian lainnya agar asupan sehari-hari Anda lebih sehat. Dan selain itu, menganekaragamkan pangan kita akan lebih baik daripada tergantung hanya pada beras saja bukan? (upi/ap)

Kandungan CO2 Pada Minuman Karbonasi Aman Dikonsumsi

karbon dioksida atau CO2 merupakan bahan yang aman digunakan pada produk minuman karena pada dasarnya sama dengan gas alam yang kita keluarkan saat bernafas dan dihirup tanaman saat proses respirasi, kata ahli gizi dan Pakar Teknologi Pangan, Prof. Dr. Made Astawan.

"karbon dioksida yang digunakan pada proses karbonasi pada dasarnya sama dengan gas alam yang kita keluarkan saat bernafas dan dihirup tanaman saat proses respirasi," katanya dalam diskusi media tentang efek karbonasi minuman bagi kesehatan, di Jakarta, Rabu.

Ia mengungkapkan, hasil kajian JECFA (Join Expert Committee on Food Additivies) menetapkan ADI (Acceptable Daily Intake) untuk karbon dioksida adalah "not specified", artinya tidak ada kekhawatiran risiko mengenai penambahan zat ini dalam minuman.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun menetapkan karbon dioksida merupakan bahan pengkarbonasi yang diizinkan penggunaannya pada produk pangan, yaitu untuk membentuk karbonasi pada produk makanan dan minuman.

Karbonasi sendiri, menurutnya merupakan proses dimasukannya karbon dioksida ke dalam cairan dengan tekanan tinggi sehingga menghasilkan gelembung dalam minuman dengan cita rasa "mengigit" atau "krenyes".

"Minuman bersoda akan tetap "menggigit" selama kemasannya belum dibuka. Menariknya, saat tertelan, ternyata sebagian besar karbonasi dalam minuman bersoda sebenarnya tidak sampai di lambung karena sebagian besar gas telah menguap ketika kemasan dibuka," jelasnya.

Kemudian, gelembung yang tersisa dalam minuman akan segera diserap melalui dinding saluran pencernaan.

Menurutnya, jumlah karbon dioksida yang diserap oleh tubuh relatif sangat kecil dibandingkan jumlah karbondioksida yang dihasilkan tubuh kita secara terus menerus secara alami, yaitu saat metabolisme karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi. Menyoal anjuran aman untuk mengonsumsi karbon dioksida, ia mengatakan tak ada batasan khususnya.

"Tidak ada batasan asupan karbon dioksida, karena bukan sesuatu yang dibatas-batasi," katanya. (ant)

Inilah Obat Alami untuk Redakan Sakit Kepala

Meredakan sakit kepala tak selalu dengan mengonsumsi obat. Berikut terdapat lima obat alami untuk meredakan sakit kepala seperti dilansir Medical Daily.

1. Minyak pepermin
Minyak ini telah lama digunakan sebagai obat alami untuk sakit kepala karena efek penyebuhannya. Minyak ini adalah hibrida antara watermint dan spearmint yang mengaktifkan reseptor dingin dalam kulit. Efek dari kandungan ini adalah memberikan perasaan tenang yang membantu meringankan sakit kepala.

2. Capsaicin
Zat ini adalah komponen dalam cabai yang menimbulkan sensasi seperti terbakar saat bersentuhan dengan kulit manusia. Berdasarkan NYU Medical Center, diketahui, capsaicin memiliki efek menyembuhkan dan meringankan sakit kepala.

3. Pijat akupuntur
Pijat akupuntur, yakni dengan menekan-nekan sejumlah titik pada kepala dapat membantu Anda menurunkan tensi. Titik-titik yang ditekan adalah bagian-bagian saraf. Titik ini berperan dalam melancarkan sirkulasi pembuluh darah. Jadi, dengan menstimulasi titik-titik tekan, berarti Anda membantu melancarkan sirkulasi darah dan membantu meringankan sakit kepala Anda.

4. Teh Kafein
Dikatakan dapat menjadi pembunuh rasa nyeri yang efektif. Berdasarkan studi, diketahui 58 persen partisipan merasa lebih baik satu setengah jam lebih cepat saat mengonsumsi kafein dalam teh dibandingkan mereka yang menggunakan pereda nyeri standar.

5. Peregangan
Hilangkan ketegangan otot dengan latihan peregangan dapat meredakan sakit kepala Anda. Cobalah gerakan dagu ke depan, ke atas, lalu angkat bahu ke atas dan dorong ke belakang. Kemudian, tekan dahi lalu pijat dengan tangan. obat alami ini tak ditujukan untuk meredakan atau mengobati semua diagnosa penyakit. Jika sakit kepala Anda terus berlanjut, kemungkinan ada masalah serius dan segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda. (ant)

Studi: Ayah Mulai Merokok Sebelum Remaja, Anak Laki-lakinya Berpotensi Obesitas


Merokok sebelum masa akil balig berpotensi memicu perubahan metabolisme pada generasi berikutnya namun efeknya akan lebih kuat pada anak laki-laki daripada pada anak perempuan. 


Para peneliti di University of Bristol dan rekan-rekannya di University College London menganalisisi data yang mencatat kesehatan hampir 10 ribu ayah. Sekitar 54% adalah perokok dan dari perokok-perokok ini, 3% mengatakan sudah merokok sebelum usia 11 tahun.


Studi yang dipublikasikan di Jurnal Genetika Manusia di Eropa teresebut menemukan bahwa anak-anak laki-laki yang sudah merokok sejak usia pra-remaja memiliki indeks massa tubuh yang paling tinggi -- 11 hingga 22 pon lebih berat -- dibandingkan dengan anak-anak laki-laki yang mulai merokok di usia lebih dewasa atau yang tak pernah merokok. Para perokok di usia dini itu cenderung memiliki BMI yang lebih rendah saat dewasa daripada semua subjek penelitian. Anak-anak perempuan laki-laki perokok dini juga lebih berat daripada yang lain namun tidak sampai separah anak laki-laki.


"Temuan ini memiliki implikasi besar untuk penelitian di tengah maraknya fenomena obesitas dan evaluasi tindakan pencegahan,"ungkap peneliti senior Marcus Pembrey dari University College London dalam sebuah pernyatan resmi.


"Meneliti faktor-faktor gaya hidup dalam satu generasi saja sudah tidak bisa diterima. Kita mungkin tidak bisa memahami sejumlah penyakit umum dalam masyarakat dengan mengabaikan efek-efek dari generasi sebelumnya,"ujarnya lagi. (European Journal of Human Genetics/ap)

Ilmuwan Temukan Zat Pencegah Diabetes Tipe 2 dan Obesitas dalam Biji Cokelat


Zat bernama oligomeric procyanidins, yang terkandung dalam  cokelat murni, mungkin menjadi bahan yang bisa membantu Anda tetap ramping dan membantu pencegahan diabetes tipe 2.


Melanie R. Dorenkott, Laura E. Griffin, Katheryn M. Goodrich, Katherine A. Thompson-Witrick, Gabrielle Fundaro, Liyun Ye, Joseph R.Stevens, Mostafa Ali, Sean F. O'Keefe, Matthew W. Hulver and Andrew P. Neilson dari Virginia Polytechnic Institute dan State University di Blacksburg, Virginia, menyatakan bahwa dalam studi yang melibatkan tikus-tikus, satu bahan dianggap dapat memberikan manfaat kesehatan.


Kokoa, bahan utama cokelat, merupakan salah satu dari makanan yang kaya dengan flavanol. Peneliti menguji berbagai jenis flavanol di tubuh tikus-tkus ini dengan memberikan berbagai asupan yang berbeda -- dari yang sebagian tinggi lemak, sebagian rendah lemak dan sebagian makanan dengan lemak tinggi dengan berbagai jenis flavanol. Tikus-tikus ini juga diuji terkait dengan toleransi glukosa, yang membantu dalam pencegahan diabetes tipe 2.


"Oligomeric procyanidins tampaknya memiliki bioaktivitas anti diabetes dan anti kegemukan yang paling tinggi yang asalnya dari flavanol kokoa, terutama dalam dosis rendah untuk studi terkini,"ujar peneliti dalam laporannya di Journal of Agricultural & Food Chemistry. (upi/ap)

Diabetes Mellitus Ancaman Pembangunan Kesehatan

diabetes mellitus menjadi ancaman serius bagi upaya pembangunan bidang kesehatan, karena penyakit ini menimbulkan gangguan kesehatan fisik dan mental, kata peneliti Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta Jenita DT Donsu.

'Penyakit itu menimbulkan gangguan kesehatan fisik seperti gagal ginjal, kebutaan, stroke, dan amputasi bagian tubuh. Selain itu juga menimbulkan masalah kesehatan mental penderitanya berupa depresi,' katanya di Yogyakarta, Kamis.

Saat memaparkan hasil penelitiannya di Universitas Gadjah Mada (UGM), ia mengatakan diabetes mellitus dapat menyebabkan depresi pada penderita atau diabetesi. Depresi itu akan meningkatkan angka kematian hingga 30 persen.

'diabetes mellitus tipe 2 (DM-2) berpotensi memunculkan depresi pada diri penderita. Selain itu juga dapat meningkatkan risiko keparahan penyakit berupa komplikasi DM-2,' kata dosen Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta itu.

Menurut dia, individu dengan DM-2 yang mengalami depresi akan lebih banyak gejala penyakityang dialami sehingga memakan biaya dan jasa medis lebih banyak dibandingkan dengan individu yang terkena diabetes atau depresi saja.

'Faktor berbagai faktor psikologis baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap muncul tidaknya depresi pada diri penderita diabetes mellitus.Misalnya persepsi dukungan sosial, optimisme, resiliensi, dan harga diri,' katanya.(ant/rd)

Pekerjaan yang Menantang secara Mental Pertahankan Fungsi Otak Saat Pensiun


Para peneliti dari AS meneliti kaitan antara tantangan mental dalam beberapa pekerjaan seperti dokter, dan turunnya fungsi otak pada para lansia.


Gwenith Fisher dari University of Michigan Institute untuk Riset Sosial dan para koleganya di University of Michigan meneliti fungsi otak sebelum dan sesudah seseorang pensiun. Mereka juga meneliti karakteristik pekerjaan dengan menggunakan situs O*NET.


Studi yang dipublikasikan di Journal of Occupational Health Psychology menggunakan data dari 4.182 subjek, 50% wanita, dari Studi Kesehatan dan Pensiun, studi panel perwakilan AS selama tahun 1992 hingga 2010.


Studi itu menyimpulkan bahwa setelah memperhitungkan pendidikan, pendapatan, kesehatan, dan variabel demografis lainnya, seseorang yang bekerja dalam dunia kerja yang bercirikan tingkat tuntutan mental yang tinggi memiliki kaitan dengan tingkat fungsionalitas otak yang lebih baik dan tingkat penurunan otak yang lebih lambat bahkan saat memasuki usia pensiun. (Journal of Occupational Health Psychology)

Semangka Dapat Turunkan Tekanan Darah

Sebuah studi terbaru menunjukkan semangka secara signifikan dapat mengurangi tekanan darah pada individu yang menderita kelebihan berat badan.

"Tekanan pada aorta dan jantung menurun setelah mengonsumsi ekstrak semangka," kata Associate Professor dari Florida State University, Arturo Figueroa seperti dilansir Science Daily.

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Hypertension ini dimulai dengan konsep yang sederhana.

Tim peneliti melihat lebih banyak orang meninggal karena serangan jantung di cuaca dingin. Mereka menderita stres akibat suhu yang dingin sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat dan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke aorta.

Orang dengan obesitas dan tekanan darah tinggi menghadapi risiko stroke lebih tinggi atau serangan jantung bila terkena udara dingin baik selama musim dingin atau di ruangan dengan suhu rendah.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, Figuerra dan timnya mempelajari 13 penderita obesitas yang juga menderita tekanan darah tinggi selama 12 minggu.

Untuk mensimulasikan kondisi cuaca dingin, salah satu tangan subjek itu dicelupkan ke air bersuhu 4 derajat Celcius.  Pada saat itu, tekanan darah subjek diperiksa.

Figueroa dan timnya lalu membagi para penderita obesitas tersebut ke dalam dua kelompok. Selama enam minggu pertama, satu kelompok diberi empat gram asam amino L - citrulline dan dua gram L - arginine per hari dari ekstrak semangka. Sedangkan kelompok lainnya diberi plasebo.

Selama penelitian, mereka tidak diperbolehkan mengonsumsi obat apapun atau mengubah gaya hidup untuk merubah tekanan darah mereka.

Hasil penelitian menunjukkan mengkonsumsi semangka memiliki dampak positif pada tekanan darah aorta dan parameter pembuluh darah lainnya. Pada subjek studi, ditemukan adanya perbaikan tekanan darah dan stres pada jantung saat mereka terkena air dingin.

Figueroa telah melakukan berbagai penelitian tentang manfaat semangka. Di masa lalu, ia meneliti bagaimana dampak pasca-menopause pada fungsi arteri perempuan. (ant)

Zat dalam Bunga Tembakau Berpotensi Perangi Kanker, Kata Ilmuwan


Bukanlah ini ironis? Menurut para peneliti dari La Trobe University, bunga-bunga indah dari pohon tembakau yang dijadikan rokok mengandung molekul yang memiliki potensi anti kanker.


Molekul yang menjadi bagian dari sistem pertahanan alami tumbuhan dan biasanya berkhasiat membunuh jamur dan bakteri "memiliki kemampuan menemukan dan menghacurkan kanker."


"Ada ironi di sini. Kenyataannya, mekanisme pertahanan kuat terhadap kanker ditemukan dalam bunga spesies tumbuhan tembakau hias namun ini baru awalnya, apapun cikal bakalnya,"ujar peneliti utama Dr. Mark Hulett.


Menurut laporan dari La Trobe Institute for Molecular Science, molekul bernama  NaD1 ini "bekerja dengan membentuk struktur catut yang memegang lemak yang ada di membran sel kanker dan menyobeknya, yang memicu kebocoran isi sel dan hingga akhirnya meledak."


Perusahaan bioteknologi Hexima sudah memulai ujicoba awal untuk memastikan apakah molekul NaD1 akan efektif untuk pengobatan kanker pada manusia.


"Salah satu masalah terbesar dengan pengobatan kanker saat ini ialah bahwa efek perawatannya tidak bisa dipilah-pilih,"Dr. Hulett mengatakan. "Sebaliknya, kami menemukan NaD1 bisa membidik sel-sel kanker yang berbahay dan memiliki efek yang minal pada sel-sel sehat."


Para ilmuwan dari laboratorium biologi struktural dan biologi kanker La Trobe berkontribusi dalam riset ini. (La Trobe University/eLife/ap)

Teh Hijau Bisa Tingkatkan Kerja Otak

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa teh hijau tidak hanya bisa membantu melawan kanker, jantung dan diabetes tipe 2, tapi juga dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, terutama kerja memori otak.

Tim peneliti yang meliputi Prof Christoph Beglinger dan Prof Stefan Borgwardt dari University Hospital of Basel di Swiss menyatakan temuan mereka menunjukkan bahwa teh hijau bisa menjanjikan dalam upaya pengobatan gangguan kognitif yang terkait dengan gangguan neuropsikiatri seperti demensia.

teh hijau yang asli dari Cina dan India, dihasilkan dari daun semak Camellia sinensis. Tidak seperti teh lainnya, teh hijau terbuat dari daun yang tak teroksidasi. Pengolahan minimal menjadikannya tetap kaya akan antioksidan.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychopharmacology itu, teh hijau bisa meningkatkan keterhubungan antara konteks parietal dan frontal otak.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti melibatkan 12 pria sehat yang rata-rata berusia 24 tahun.

Beberapa relawan mereka beri minuman yang mengandung 27,5 gram ekstrak teh hijau sementara relawan yang lain hanya mereka beri minuman ringan tanpa ekstrak teh hijau. Namun mereka tidak tahu jenis minuman apa yang mereka minum.

Para peneliti lalu meminta relawan melakukan serangkaian tugas yang berkaitan dengan kerja memori. Selama mengerjakan tugas, aktivitas otak mereka diukur menggunakan pencitraan resonansi magnetik (Magnetic Resonance Imaging/MRI).

Hasil penelitian memperlihatkan orang yang mengonsumsi minuman ringan dengan ekstrak teh hijau menunjukkan peningkatan konektivitas antara lobulus parietalis superior bagian kanan dan korteks frontal otak.  Ini berkorelasi dengan peningkatan kinerja memori.

Para peneliti berpendapat ekstrak teh hijau meningkatkan konektivitas fungsional dari korteks parietal ke korteks frontal selama proses memori bekerja.

"Menariknya, efek ini pada konektivitas berkaitan dengan peningkatan kinerja kognitif yang merupakan imbas pemberian teh hijau," kata para peneliti seperti dilansir laman Medical News Today, Selasa (8/4).

Menurut mereka, studi ini memberikan wawasan awal soal efek teh hijau terhadap pengolahan memori di tingkat jaringan saraf, menunjukkan adanya mekanisme pada plastisitas jangka pendek koneksi otak interregional.

Tim peneliti menyatakan, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan untuk penelitian lebih lanjut guna menguji khasiat teh hijau untuk pengobatan gangguan kognitif seperti demensia.

Namun mereka mencatat ada beberapa keterbatasan dalam penelitian yang perlu dipertimbangkan, di antaranya bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara konsumsi teh hijau dan kinerja tugas.

"Namun kami menemukan kecenderungan yang kuat terhadap peningkatan kinerja dengan sampel kami yang terlalu kecil untuk melihat perbedaan parameter perilaku," tulis mereka.

Selain itu, para peneliti mencatat partisipan hanya meminum minuman ringan yang mengandung ekstrak teh hijau, bukan ekstrak teh hijau murni.

Menurut mereka, jika para peserta minum ekstrak teh hijau murni , maka akan menghindari efek dari komponen lainnya , seperti kafein yang mungkin memiliki dampak pada kinerja kognitif peserta.

Mereka juga mencatat bahwa dalam penelitian ini partisipan meminum ekstrak teh hijau murni dan itu menghindarkan mereka dari efek komponen yang lain seperti kafein, yang mungkin berpengaruh pada kinerja kognitif mereka. (ant)

Obesitas Ayah Pertinggi Risiko Autisme pada Anak Kandungnya


Tingkat kegemukan seorang ayah bisa memberikan risiko autisme yang lebih tinggi pada anak-anaknya, jika dibandingkan dengan tingkat kegemukan ibu, demikian diungkapkan oleh sebuah tim peneliti.


Dr. Pal Suren dari Norwegian Institute of Public Health dan Institute of Child Health University College London dan rekan-rekannya di Mailman School of Public Health di Columbia University di New York, New York State Psychiatric Institute, University of Oslo, University of Bristol, University ofBergen, Lovisenberg Hospital di Oslo menganalisi data 92.909 anak-anak Norwegia di usia 3,5 dan 7 tahun. Hingga akhir periode studi tindak lanjut ini,  92.909 anak-anak di bawah usia 4 sampai 13 tahun.


Dalam studi ini, 22% ibu dan 43 % ayah mengalami obesitas dan 10% orang tua kegemukan dengan indeks massa tubuh 30 atau lebih.


Hingga akhir studi 419 anak-anak didiagnosis dengan penyakit spektrum autisme, 162 dengan kelainan autisme, 103 dengan kelainan Asperger dan 154 dengan kelainan perkembangan pervasif, bukan yang sebaliknya dikatakan.


Studi yang dipublikasikan secara daring di jurnal Pediatrics menemukan bahwa kegemukan pada ibu hanya memiliki keterkaitan kelainan spektrum autisme tetapi kegemukan pada pihak ayah terkait dengan risiko kelainan autisme dan  Asperger.[Pediatrics/ap]

Ilmuwan: Pria Juga Bisa Idap Anorexia Nervosa


Karena persepsi yang dianut banyak orang termasuk sejumlah dokter bahwa anorexia nervosa merupakan kelainan makanan yang dialami olehpara wanita muda, sejumlah pria tidak terdiagnosis dan seorang priadengan kelainan makan diperintahkan untuk "lebih jantan".


Para peneliti di University of Oxford dan University of Glasgowmengatakan bahwa sejumlah kasus anorexia nervosa pada pria memilikiperbandingan 1 banding 4. Identifikasi dan diagnosis kelainan ini padapria lebih buruk dari kaum perempuan.


Para peneliti meawawancarai 39 pemuda dan pemudi antara usia 16 hingga25 tahun, seperempatnya adalah pria, mengenai kelainan cara makan.


Para pria dengan kelainan makan ini mengatakan mereka sangat lambat mengenai gejala anorexia nervosa ini, seperti tak mau makan selama berhari-hari, muntah dan penghitungan kalori yang terlalu detil dan obsesif, berolahraga berlebihan dan sering menimbang berat badan karena mereka berpikir anorexia cuma bisa diidap gadis-gadis bertubuh kurus atau supermodel, demikian ungkap Medical Express.


"Para lelaki dengan kelainan makan ini tidak terdiagnosi, tidak ditangani dan tidak diteliti dengan benar,"papar peneliti di jurnal BMJ Open.


Temuan itu menyimpulkan bahwa para lelaki pun bisa mengalami masalah serupa dengan wanita dalam hal mengenai adanya kelainan pola makan dan gaya hdiup yang terllau berlebihan dalam menghindari kegemukan.

Setelah para pria didiagnosis dengan anorexia yang seringkali dipicu oleh krisis tertentu di kunjungan UGD, mereka menunda perawatan karena merasa takut bahwa masalah mereka itu tidak dianggap serius oleh para dokter. [Medical Xpress/ap]

Studi: Makin Lama 'Selfie', Makin Berisiko Benci Tubuh Sendiri


Perempuan-perempuan muda yang menghabiskan banyak waktu mereka melakukan foto diri (selfie) dan membandingkannya dengan foto di jejaring sosial mungkin akan merasa sangat tidak percaya diri dengan badan mereka jika mereka membaca majalah atau media massa lainnya.


Petya Eckler dari University of Strathclyde di Glasgow, Skotlandia, mengatakan foto-foto temannya mungkin akan lebih sulit untuk diwujudkan karena orang dikenal secara langsung dalam kehidupan nyata secara lekat dengan dibandingan dengan selebriti yang mungkin hidup jauh di sana.


Perhatian pada penampilan fisik mungkin akan lebih berbahaya di jejaring sosial daripada media tradisional karena peserta di jejaring sosial adalah orang yangs udah dikenal,ujar Eckler pada BBC.

Para peneliti di University Strathclyde, Ohio University and University of Iowa melakukan survei pada 881 mahasiswa wanita dalam penggunaan teknologi, pola makan, latihanfisik dan citra tubuh.


Studi yang dipresentasikan di Konferensi ke-64 International Communication Association di Seattle itu, menemukan bahwa tiada kaitan antara ini dengan kelainan makan, tetapi menemukan bahwa ada kaitan antara waktu yang dihabiskan untuk jejaring sosial dan citra tubuh yang negatif. (BBC/ap)

Sebuah studi menyimpulkan bahwa orang yang berusia lanjut memiliki masalah pikiran dan ingatan tetapi tidak menunjukkan bahwa itu adalah gejala kepikunan, mungkin memiliki risiko lebih rendah dalam menderita kanker.


Studi-studi telah menunjukkan bahwa orang dengan penyakit Alzheimer's lebih rendah risikonya mengidap kanker tetapi belum diketahui kaitannya, demikian ungkap peneliti Dr. Julian Benito-Leon dari University Hospital di Madrid, dalam sebuah pernyataan.


Kemungkinannya ialah bahwa kanker sudah ada tapi tak terdiagnosis pada orang dengan kepikukan, mungkin karena mereka lebih rendah peluangnya untuk menyebutkan gejala pada perawat dan dokter lebih fokus pada problem kepikunan. Studi terkini bantu kita meneliti teori itu lebih lanjut.


Studi ini melibatkan 2.627 orang berusia 65 tahun ke atas di Spanyol yang awalnya tidak pikun. Kemudian mereka diuji ingatan dan ketrampilan berpikirnya di awal studi. Mereka diuji kembali 3 tahun kemudian dan dilacak rata-ratanya selama hampir 13 tahun.

Para subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok: mereka yang skornya untuk uji pikiran menurun paling cepat, mereka yang skornya naik dan mereka yang ada di pertengahan.


Studi yang dipublikasikan di edisi daring Neurology itu, menyimpulkan bahwa mereka di kelompok yang menurun paling cepat berpeluang 30% lebih rendah meninggal akibat kanker setelah memperhitungkan faktor lain seperti merokok, kencing manis, penyakit jantung dan risiko lain.


Kita harus memahami dengan lebih baik hubungan antara penyakit yang memicu kematian sel abnormal dan penyakit yang memicu pertumbuhan sel yang abnormal, ujar Benito-Leon. Dengan naiknya jumlah penderita kepikunan dan Alzheimer's, diperlukan lagi lebih banyak penelitian untuk itu. (Neurology/ap)

Manula Pikun Berisiko Lebih Rendah Kena Kanker

Sebuah studi menyimpulkan bahwa orang yang berusia lanjut memiliki masalah pikiran dan ingatan tetapi tidak menunjukkan bahwa itu adalah gejala kepikunan, mungkin memiliki risiko lebih rendah dalam menderita kanker.


Studi-studi telah menunjukkan bahwa orang dengan penyakit Alzheimer's lebih rendah risikonya mengidap kanker tetapi belum diketahui kaitannya, demikian ungkap peneliti Dr. Julian Benito-Leon dari University Hospital di Madrid, dalam sebuah pernyataan.


Kemungkinannya ialah bahwa kanker sudah ada tapi tak terdiagnosis pada orang dengan kepikukan, mungkin karena mereka lebih rendah peluangnya untuk menyebutkan gejala pada perawat dan dokter lebih fokus pada problem kepikunan. Studi terkini bantu kita meneliti teori itu lebih lanjut.


Studi ini melibatkan 2.627 orang berusia 65 tahun ke atas di Spanyol yang awalnya tidak pikun. Kemudian mereka diuji ingatan dan ketrampilan berpikirnya di awal studi. Mereka diuji kembali 3 tahun kemudian dan dilacak rata-ratanya selama hampir 13 tahun.

Para subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok: mereka yang skornya untuk uji pikiran menurun paling cepat, mereka yang skornya naik dan mereka yang ada di pertengahan.


Studi yang dipublikasikan di edisi daring Neurology itu, menyimpulkan bahwa mereka di kelompok yang menurun paling cepat berpeluang 30% lebih rendah meninggal akibat kanker setelah memperhitungkan faktor lain seperti merokok, kencing manis, penyakit jantung dan risiko lain.


Kita harus memahami dengan lebih baik hubungan antara penyakit yang memicu kematian sel abnormal dan penyakit yang memicu pertumbuhan sel yang abnormal, ujar Benito-Leon. Dengan naiknya jumlah penderita kepikunan dan Alzheimer's, diperlukan lagi lebih banyak penelitian untuk itu. (Neurology/ap)

Rasa Khawatir Berhubungan dengan Tekanan Darah

Hasil studi terbaru menunjukkan bahwa kecenderungan orang merasa khawatir berhubungan dengan tekanan darah dan baroreseptor refleks kepekaan yang penting dalam stabilisasi tekanan darah dan diaktifkan oleh reseptor di aorta dan arteri karotid.

Hasil studi yang dipimpin oleh para peneliti dari University of Jaén dan University of Granada, Spanyol, menunjukkan bahwa orang bisa secara implisit belajar menaikkan tekanan darah untuk mengurangi ketegangan dan kegelisahan emosional.

Studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa ketika tekanan darah meningkat atau tinggi, persepsi nyeri, keluhan muskuloskeletal dan intensitas respons terhadap stimulus emosi negatif menurun.

"Dua mekanisme fisiologi bisa menjelaskan efek penghambatan tekanan darah pada rasa sakit emosi negatif: opiat--obat yang mempengaruhi kerja otak-- endogen dan stimulasi refleks baroreseptor," kata Gustavo A. Reyes del Paso, penulis utama hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Biological Psychology.

Dalam studi itu, para peneliti melibatkan 57 perempuan, 36 di antaranya dengan tingkat kekhawatiran tinggi dan 21 lain dengan tingkat kekhawatiran rendah yang diseleksi dari Penn State Worry Questionnaire, yang mengevaluasi kecenderungan ketakutan umum.  

tekanan darah sistolik dan diastolik serta kepekaan refleks baroreseptor saat istirahat, selama periode  khawatir dan selama pembangkitan refleks defensif melalui stimulasi pendengaran intens untuk menghasilkan reaksi emosional negatif para partisipan diukur.

Berkebalikan dengan kemungkinan yang diyakini, hasil penelitian menunjukkan peserta dengan tingkat kekhawatiran rendah punya tekanan darah sistolik dan diastolik lebih tinggi serta sensitivitas refleks baroreseptor yang lebih besar saat istirahat dan selama periode khawatir dibandingkan mereka yang lebih rendah tekanan darahnya.

"Terlebih lagi, selama refleks pembangkitan pertahanan, tekanan darah (sistolik dan diastolik) meningkat akibat derajat yang lebih besar pada peserta dengan tingkat kekhawatiran rendah dibandingkan dengan mereka yang punya kecenderungan tinggi untuk khawatir," tambah Reyes.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kecenderungan kekhawatiran rendah berhubungan dengan tekanan darah yang tinggi dan efisiensi refleks barreseptor, sementara peningkatan kekhawatiran berhubungan dengan tekanan darah yang lebih rendah.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan tekanan darah selama menghadapi stimulasi situasi yang tidak menyenangkan, mengaktifkan baroreseptor yang dapat mengurangi emosi negatif .

"Mekanisme peringanan emosional yang dihasilkan oleh stimulasi refleks baroreseptor dari peningkatan tekanan darah bisa menjelaskan beberapa kasus penting atau utama dari hipertensi yang muncul tanpa sebab," kata para ahli seperti dilansir Medical News Today. 

"Seorang individu bisa secara implisit belajar untuk meningkatkan tekanan darah sebagai cara untuk mengurangi tegangan dan kegelisahan emosional".

Meskipun tekanan darah tinggi yang bisa "melindungi" efek dari rasa khawatir dan emosi negatif, para ahli menyoroti bahwa jika hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung yang harus diperangi. (ant)

Ilmuwan Temukan Zat Pendorong Pertumbuhan Otot di Tomat Hijau


Tomatidine, senyawa yang ditemukan di tomat hijau, tidak hanya meningkatkan pertumbuhan dan kekuatan otot, zat itu juga melindungi hilangnya otot karena penyakit, cedera atau penuaan.


Dr. Christopher Adams dari University of Iowa mengatakan atrofi otot atau pengerutan otot yang dipicu penuaan, cedera, kanker atau gagal jantung mebuat orang emnjadi lebih lemah secara fisik dan menghambat kegiatan sehari-hari. Akhirnya hal itu akan membuat mereka rawan mengalami jatuh dan keretakan tulang.


Atrofi otot diderita oleh lebih dari 50 juta warga AS per tahun, yang mencakup 30 warga lansia.


Atrofi  otot memnimbulkan banyak masalah bagi penderita, keluarga mereka dan sistem perawatan kesehatan secara umum. Olahraga membantu terjadi atrofi, tetapi belum cukup dan tidak mungkin dilakukan bagi mereka yang mengalami cedera atau sakit, ujar Adams.


Menggunakan alat teknologi sistem bernama Connectivity Map, tim riset mengidentifikasi tomatidine dan menemukan bahwa senyawa itu merangsang pertumbuhan sel otot manusia. 


Tim ini menemukan bahwa tikus-tikus yang diberikan asupan suplemen yang mengandung tomatidine memiliki otot yang lebih besar, menjadi lebih kuat dan berolahraga lebih lama, tetapi tikus-tikus itu tidak bertambah berat badan.The research team found healthy mice given supplements containing tomatidine grew bigger muscles, became stronger and exercised longer, but the mice did not gain body weight.


Temuan ini dipublikasikan di Journal of Biological Chemistry. (University of Iowa/ Journal of Biological Chemistry/ap)

Kandungan Buatan Sukses Diciptakan

Beberapa persentase perempuan terlahir dengan kandungan yang tidak berbentuk sempurna. organ reproduksi wanita itu pada beberapa wanita tak bisa terbentuk dengan baik saat masa kandungan. Inilah kondisi yangb dinamai vaginal aplasia.


Masalah yang menghambat kehidupan seks wanita itu tidak bisa dicegah. Namun, dengan campur tangan medis, hal itu bisa tangani.


Para dokter berhasil menerapkan kandungan yang dibuat di laboratorium di dalam badan 4 perempuan dengan aplasia. Para perempuan, untuk pertama kalinya, mulai menikmati hidup mereka dengan fungsi seksual yang semestinya.


"Sungguh ini pertama kalinya kami menciptakan organ yang lengkap yang belum pernah dilakukan, ini adalah tantangan,"kata Dr. Anthony Atala, direktur Institute for Regenerative Medicine di Wake Forest, seperti dikutip BBC News.


Untuk membuat vagina buatan itu, para dokter mengambil sampel dari vulva yang kurang sempurna bentuknya dan menumbuhkan massa sel. Bagian luar vagina dibuat dengan menggunakan dengansel-sel otot yang direplikasi. Akhirnya para dokter menciptakan lubang di tengah pinggul dan menyangganya dengan sebuah struktur reproduksi yang baru.


Empat perempuan itu dilaporkan telah mengalami pemulihan fungsi seks.


"Saya sangat beruntung sekali karena saya memiliki kehidupan yang normal, sangat normal sepenuhnya,"ujar salah satu peenrima cangkok vagina itu yang keberatan dirilis identitasnya. 


Dan meskipun tidak ada yang hamil karena itu, melahirkan anak merupakan sebuah kemungkinan yang nyata. 


Menurut Prof. Martin Birchall, para peneliti tidak cuma sukses merawat sejumlah pasien dengan masalah klinis langka itu tetapi juga mengatasi berbagai pertanyaan paling penting." (BBC News/Wake Forest/ap)

Tidur Siang Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Orang yang tidur siang terlalu lama, lebih dari satu jam setiap hari, 32 persen lebih berisiko meninggal dunia lebih dini, demikian menurut hasil studi yang dilakukan selama 13 tahun oleh para peneliti dari Cambridge University di Inggris.

Mereka mendapatkan kesimpulan itu itu setelah mempelajari data studi kelompok prospektif European Prospective Investigation Into Cancer (EPIC)-Norfolk, sebuah studi kesehatan komprehensif pada 25.000 perempuan dan laki-laki berusia 40-79 tahun di Inggris.

Sekitar 16.000 orang dari peserta studi itu menjawab pertanyaan soal kebiasaan tidur siang mereka. Jawaban mereka lalu dibagi ke dalam dua kategori, yakni mereka yang biasa tidur siang kurang dari satu jam dan lebih dari satu jam. Dan mereka yang tidak tidur siang menjadi kelompok kontrol.

Setelah 13 tahun, peserta studi yang tidur siang lebih dari satu jam memiliki risiko meninggal dunia lebih besar karena berbagai sebab termasuk penyakit jantung, kanker, dan gangguan pernafasan.

Hasil ini diperoleh bahkan setelah para peneliti memperhitungkan faktor seperti usia, jenis kelamin, kelas sosial, tingkat pendidikan, status pekerjaan, indeks massa tubuh, tingkat aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, depresi, penggunaan obat, waktu yang dihabiskan di tempat tidur pada malam hari, dan kondisi yang sudah ada sebelumnya .

Para peneliti mencatat sekalipun ada hubungan antara lama tidur siang dengan kematian lebih dini namun studi ini tidak membuktikan adanya hubungan sebab akibat.

Penyebabnya bisa jadi sesuatu yang tidak dilaporkan oleh para peserta studi atau terlihat dari rekam medis.

Dalam hasil studi yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology para peneliti menulis,"Meski kondisi kesehatan dan pengobatan diperhitungkan dalam studi ini, kami tidak bisa menyimpulkan bahwa hasil kami mungkin sebagian bisa dijelaskan oleh efek masalah kesehatan yang tak terdiagnosis atau pengobatan yang tak tercakup dalam studi yang menyebabkan kelelahan atau rasa kantuk."

Para ahli menyarankan, tidur siang kurang dari 30 menit dalam sehari untuk mencegah tubuh memasuki tahapan tidur yang lebih dalam, demikian seperti dilansir laman Medical Daily pada Minggu (13/4).

Dan bila Anda merasa selalu lelah setelah tidur siang hari, mungkin saja itu pertanda yang lebih serius ketimbang hanya tidur malam yang buruk, karenanya lebih baik Anda memeriksakan diri ke dokter. (ant)

Indonesia Ditargetkan Penuhi Layanan Sanitasi 100 Persen Pada 2019

Indonesia ditargetkan memenuhi pelayanan sanitasi kepada masyarakat sebesar 100 persen pada tahun 2019 dengan alokasi kebutuhan dana yang mencapai hingga sebesar Rp380 triliun.

"Untuk mencapai target tersebut harus dipersiapkan perencanaannya, salah satunya melalui Program Percepatan Pembangunan Sanitasi (PPSP) dan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK)," kata Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Mursito dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pada saat ini dilaporkan baru terdapat sebanyak 349 dari keseluruhan 520 kabupaten/kota yang sudah memiliki SSK.

Padahal, lanjutnya, dengan adanya SSK maka masing-masing SSK dinilai sudah mengetahui kebutuhan mereka sehingga harus mencari sendiri alokasi dananya.

Ia menyebutkan bahwa saat ini baru ada 224 kabupaten/kota yang sudah mendeklarasikan peduli sanitasi dan akan mengalokasikan dananya sebesar 2 persen.

"Saat ini pelayanan sanitasi baru mencapai 58 persen. Sedangkan tahun 2015 target rumah tangga dengan akses sanitasi layak dan berkelanjutan menjadi 62,41 persen," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, persoalan sanitasi masih menjadi permasalahan yang kerap ditemui di sejumlah daerah seperti di Tanah Air, misalnya Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, mencatat sebesar 50 persen warga daerah itu belum memperhatikan sanitasi yang baik sehingga rentan terserang berbagai penyakit.

"Hingga sekarang menurut perhitungan kami baru 50 persen warga yang memperhatikan sanitasi dan 50 persen masih memiliki kebiasaan membuang air sembarangan," kata Kepala Bidang Promosi Kesehatan Masyarakat (Promkes) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Desta Noviar, Sabtu (12/4).

Ia menjelaskan, buruknya sanitasi warga karena belum memiliki toilet atau WC di rumah masing-masing sehingga memilih buang air kecil dan besar di sungai, kolong dan dalam hutan.

Sebelumnya, Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas Nugroho Tri Utomo mengemukakan, sanitasi, air minum dan kesehatan lingkungan belum dianggap sebagai isu penting dalam kampanye partai politik pada pemilu 2014, padahal persoalan tersebut sangat penting.

"Isu tersebut seolah terabaikan dan belum dianggap sebagai isu penting. Mungkin tidak terlalu seksi, padahal itu sangat dibutuhkan masyarakat," katanya dalam diskusi media "Direktur Bertemu Redaktur" di Jakarta, Kamis (20/3).

Berdasarkan pemantauan dari Bappenas, untuk mendapat perhatian dari masyarakat, pada umumnya caleg lebih memfokuskan pada isu pendidikan dan kesehatan gratis. Khusus mengenai kesehatan, belum menyentuh pada persoalan mendasar dalam kehidupan, yaitu sanitasi, air minum dan kesehatan lingkungan. (ant)

100 Wanita Batam Periksa Kanker Serviks Gratis


Sekitar 100 wanita melakukan pemeriksaan kanker leher rahim (serviks) gratis dalam kegiatan pengobatan yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Batam di Kecamatan Nongsa dan Batam Kota.


'Kanker serviks saat ini menduduki peringkat pertama di seluruh dunia terutama negara berkembang seperti Indonesia. Dalam sehari 20-25 orang di Indonesia meninggal akibat penyakit ini,' kata Dokter Nida Sufrida di sela-sela kegiatan pemeriksaan gratis yang dipusatkan di Puskesmas Botania Kota Batam, Selasa.


Nida yang juga merupakan Dokter RSUD Kota Batam menyatakan sejak 2011 banyak wanita datang ke rumah sakit namun sudah mengidap penyakit mematikan tersebut dalam stadium lanjut.


'Hal tersebut terjadi karena ketidaktahuan, juga ketidakpedulian terhadap diri sendiri. Selain melakukan pengecekan secara gratis, kami juga terus menyosialisasikan bahaya penyakit ini agar para ibu dan perempuan memahami dan bisa mencegahnya,' kata Nida.


Ia mengatakan sedikitnya ada empat faktor penyebab kanker serviks yang meliputi pernikahan muda saat leher rahim dan alat reproduksi wanita belum dewasa.


'Kegiatan seks pada usia dini dapat menyebabkan pendaraan dan trauma tumpul sehingga memicu virus penyebab kanker serviks,' kata dia.


Faktor kedua, kata dia, kehamilan yang terlalu sering. Menurut dia, program pemerintah dua anak cukup memang baik, termasuk dalam mencegah kanker tersebut.


Pemicu selanjutnya adalah asap rokok. Walaupun hanya sebagai perokok pasif, asap rokok yang masuk ke tubuh seorang perempuan juga bisa menyebabkan penyakit-penyakit lain termasuk kanker payudara dan kanker serviks.


'Partikel rokok ini ukurannya sangat kecil, saat asap rokok terhirup masuk ke paru-paru, partikelnya terus ikut bersama darah ke organ tubuh lain sehingga juga memicu penyakit,' kata Nida.


Faktor terakhir, kata Nida, ialah infeksi menular seksual dari seringnya melakukan hubungan dengan berganti-ganti pasangan.


Gejala yang bisa dirasakan antara lain keputihan, perdarahan meski tidak haid atau selama berbulan-bulam perdarahan terus menerus.


'Gejala lain misalnya ketika berhubungan badan dengan suami tiba-tiba keluar flek, padahal tidak sedang haid. Atau juga timbul nyeri panggul usai berhubungan dengan pasangan,' kata dia.


Penyakit tersebut, kata dia, bisa dicegah dengan cara memperhatikan kebersihan organ intim misalnya dengan cara mengeringkan bagian intim perempuan usai buang air, jangan dibiarkan lembab.(ant/rd)

Studi: Makanan Bertekstur Kasar dan Keras Tak Selalu Rendah Kalori


Riset sebelumnya menunjukkan bahwa warna, rasa dan bau mempengaruhi cara manusia makan dan menikmati makanan. Namun, apa peran yang dimiliki dalam kebiasaan konsumsi kita?


Menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh tim yang dipimpin ‎Dipayan Biswas, pengajar ilmu marketing di University of South Florida, konsumen mempersepsikan makanan bertekstur keras atau kasar sebagai makanan berkalori lebih rendah.


Makalah yang dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research ini menyimpulkan bagaimana makanan terasa dalam mulut mempengaruhi bagaimana kita memperkirakan asupan kalori. Maka dari itu, mereka yang makan mungkin terpengaruh untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan yang rasanya lebih kasar atau keras.


Riset Biswa itu dibantu oleh  ‎Courtney Szocs, dari University of South Florida, dan peneliti University of Michigan Aradhna Krishna dan peneliti Columbia University Donald R. Lehmann.


"Kami mempelajari kaitan antara bagaimana makanan terasa dalam mulut dan jumlah yang dimakan, jenis makanan yang dipilih dan jumlah kalori yang kita pikir tengah konsumsi,"tulis peneliti.


Para peneliti mencapai simpulan itu dengan meminta para relawan mencicipi sejumlah makanan dari yang bertekstur keras, kasar, lembut hingga setengah cair.


Biswas dan rekannya mengatakan temuan mereka agar tidak disalahgunakan untuk memanipulasi konsumen saat disajikan makanan yang tidka sehat namun lebih banyak digunakan untuk membantu penanaman kebiasaan makan yang lebih sehat. [Journal of Consumer Research/ap]

Puluhan Celeg Stess Masuk RSJ Abepura

Sejumlah calon legislatif yang gagal terpilih pada pemilu 9 April lalu mengalami depresi berat dan harus berobat di rumah sakit jiwa Daerah (RSJD) Abepura, Jayapura, Papua.

Direktur RSJD Abepura, dr. Samo Adi, kepada Antara di Jayapura Selasa mengaku pihaknya terpaksa menyulap apotik yang berukuran 3 x7 meter di rumah sakit tersebut menjadi ruang pelayanan bagi mereka.

Ini dikarenakan melonjaknya para pasien caleg yang gagal dalam pemilihan tahun ini.

Menurut dia, setiap hari para caleg ini datang untuk konsultasi. "Rata-rata yang berobat jalan ada sekitar 20 orang setiap harinya. Caleg yang berobat adalah stress berat dan belum dinyatakan (mengalami) gangguan jiwa," katanya.

Dia mengatakan, caleg yang datang berobat membutuhkan pemulihan dan pengobatan dengan jangka waktu yang lama. Para caleg ini juga patut dikasihani, sebab rata-rata mereka dalam keadaan terpuruk.

"Mereka kasihan sekali, mentalnya jatuh dan tambah stress. Pengalaman pengobatan, kebanyakan para caleg susah disembuhkan, namun mereka bukan gangguan jiwan," tuturnya.

Fasilitas tempat tidur yang tersedia di rumah sakit itu, kata dia, hanya sekitar 50-60 bangsal sementara pasien rawat inap sebanyak 90 lebih. Pasien rawat inap meningkat tajam.

"Kami juga kekurangan tenaga medis dan psikiater. Perlu penambahan tenaga," ujarnya guna kelancaran pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut," tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melaporkan segala kekurangan yang di alami ke Gubernur Papua, Lukas Enembe dan ke Kementrian Kesehatan, namun sampai saat ini belum di tanggapi. "Setiap tahun memang ada penambahan tempat tidur, tapi pasien terus meningkat," ujarnya.

Dia menambahkan, memang sudah ada bantuan berupa fasilitas, namun belum cukup. Pemerintah Papua dan Pusat diminta menambah fasilitas yang di butuhkan karena hanya satu-satunya rumah sakit yang menangani pasien sakit jiwa di pelosok Papua itu. (ant)

Kadar Gula Darah Makin Rendah, Makin Mudah Marah dan Gusar


kadar gula darah yang rendah bisa memicu perasaan cemas dan mudah marah, permukaan tangan yang berkeringat, detak jantung yang berpacu cepat, pusing, rasa lapar yang amat sangat, dan gejala lainnya.


Penurunan tingkat gula darah juga bisa membuat manusia lebih mudah marah pada pasangan atau orang yang dikasihi. Demikian pernyataan resmi dari para peneliti di Ohio State.


"Orang bisa menghubungakn gagasan ini dengan kenyataan bahwa saat mereka lapar, mereka menjadi mudah marah,"kata Brad Bushman, peneliti utama studi ini. "Kami menemukan bahwa menjadi marah dan lapar bisa mempengaruhi perilaku secara negatif, bahkan dalam hubungan yang paling dekat sekali pun."


Untuk menemukan seberapa dalam pengaruh rasa lapar dan tingkat gula darah pada kemungkinan terjadinya perdebatan dalam pernikahan, Bushman dan rekan-rekannya meminta 107 pasangan untuk ikut serta dalam sebuah studi ilmiah.


Selama 21 hari, para subjek studi diminta melepaskan amarah mereka pada boneka yang mewakili pasangan mereka. Akhirnya, para subjek diperbolehkan menggunakan pin dari 0 sampai 51 untuk mengutarakan intensitas amarah mereka dengan menempelkan ke boneka itu.


Sepanjang studi, subjek studi harus menjalani pengukuran gula darah agar diketahui fluktuasinya. Para peneliti menemukan bahwa tingat gula darah sec ara erat berhubungan dengan sejumlah pin yang ditempelkan ke boneka.


Di akhir waktu studi, pasangan-pasangan ini datang ke laboratorium untuk eksperimen baru. Diminta untuk menghadap secara langsung di muka pasangannya, setiap subjek diperbolehkan berteriak pada pasangannya melalui earphone. Dalam kenyataan, pasangan-pasangan ini tidak bermain tetapi program komputer yang memungkinkan mereka untuk memenangkan seapruh waktu, Setiap pasangan, saat menang, harus memilih seberapa keras suara pasangannya.


Namun sekali lagi, tingkat gula darah memprediksi suara yang lebih keras, hukuman yang lebih intens untuk pecundang.


Namun mengapa? Jawabn singkatnya, otak kita sangat haus perhatian. Untuk bisa bekerja dengan baik, manusia harus memberi kebutuhannya denyan banyak energi.


"Meski otak hanya 2% dari berat badan, ia mengkonsumsi sekitar 20% kalori yang masuk dalam badan,"ujar Bushman. "Saat berkenaan dengan energi, otak adalah organ yang sangat menuntut,"ujarnya.


Pepatah lama untuk ucapan selamat pernikahan,"Jangan pernah tidur dalam kondisi marah" mungkin harus diperbarui menjadi "Jangan pernah berdebat meski lapar."[Ohio State University/ap]

Ibu Hamil Disarankan Tetap Bekerja Jelang Persalinan

Dokter ahli kebidanan menyarankan para ibu hamil yang bekerja tidak mengambil cuti menjelang persalinan namun tetap mengerjakan aktivitas kantor seperti biasa untuk memperlancar proses persalinan.

"Kebanyakan ibu yang bekerja mengambil cuti sebulan sebelum melahirkan, saya menganjurkan agar mereka tetap bekerja. Kalau terasa mau melahirkan baru ke rumah sakit. Apa susahnya?" kata dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Siloam Hospital Semanggi.

Dalam seminar kesehatan di Jakarta, Rabu, ia mengatakan saat mengambil cuti pada ibu hamil kebanyakan tidak banyak melakukan kegiatan padahal mereka harus banyak bergerak supaya proses persalinan lancar.

"Di rumah malah tidak banyak bergerak. Banyak diam sehingga kurang olah raga," katanya.

"Saat ibu hamil banyak bergerak, maka kepala bayi akan masuk ke dalam rongga panggul yang menyebabkan saraf di sekitar panggul tertekan sehingga memunculkan rasa nyeri yang kemudian menyebabkan kontrakasi," katanya.
Selain itu, kata dia, terus beraktivitas bisa menurunkan tingkat kecemasan para ibu hamil menjelang persalinan.

"Kalau di rumah kan bosan. Main HP, main Internet, yang ada malah stress. Itu tidak baik menjelang persalinan," katanya.

Cara lain untuk memudahkan persalinan antara lain, menurut dia, adalah dengan merangsang puting susu memproduksi hormon oksitosin yang berguna untuk membantu terjadinya kontraksi alami pada rahim.
Berhubungan intim dengan suami secara rutin setelah kehamilan menginjak usia sembilan bulan (trimester ketiga) juga dianjurkan dokter karena sperma dapat merangsang produksi hormon oksitosin.

"Tapi perlu diingat agar suami istri menjaga kesehatan dan kebersihan genitalia agar bakteri tidak masuk ke dalam rahim sehingga bisa membocorkan air ketuban," katanya. (ant)

Caleg Stres Bisa Berobat Gunakan BPJS

Calon anggota legislatif (caleg) yang stres karena kalah dalam Pemilu Legislatif 9 April 2014 di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, dapat menggunakan jaminan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Selain untuk berobat umum, BPJS ini juga menanggung biaya berobat kejiwaan, mengalami depresi atau ada yang mengalami gangguan kejiwaan," kata Kepala Operasional BPJS Kabupaten Indragiri Hulu, Abdul Gani, di Rengat, Rabu.

Ia mengatakan, pelayanan
bpjs kesehatan juga dapat digunakan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), dengan demikian program pemerintah ini dapat membantu sejumlah anggota legislatif yang tidak lolos maupun lolos pemilihan.

Sementara untuk warga setempat yang belum memiliki bpjs kesehatan dapat mengurus di kantor pelayanan BPJS di jalan lintas timur, Kelurahan Pematangreba, Kecamatan Rengat Barat atau tepatnya di depan RSUD Indrasari.

"Adapun persyaratan pendaftaran, yakni, fotokopi KTP, Kartu Keluarga dan pas foto, sementara untuk administrasi mulai dari Rp25 ribu hingga mencapai Rp50 ribu tergantung tarif yang dibutuhkan calon peserta BPJS," katanya.

Kepala bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hulu Anhar menyatakan, Dinas Sosial Indragiri Hulu siap menangani dan mengantarkan para caleg yang mengalami gangguan mental ke rumah sakit jiwa (RSJ) di Pekanbaru.

Kesiapan Dinsos Inhu ini dilakukan guna mengantisipasi dampak pemilihan Pemilu Legislatif yang sudah memasuki tahapan penghitungan dan penetapan kursi.

"Sesuai tupoksi kami siap mengantarkan ke RSJ di Pekanbaru bila memang ada caleg yang stres dan ingin direhabilitasi," katanya.

Dia mengatakan, proses penanganan caleg stres hingga ke RSJ Pekanbaru yang ingin direhabilitasi dilakukan tanpa dipungut biaya apapun.

"Tidak dipungut biaya apapun, asal dilengkapi persyaratan seperti pengantar BPJS, pengantar dari kepala desa atau lurah. Seluruh proses akan kami tangani mulai dari sini hingga penyerahan di Pekanbaru," katanya. (ant)

Pinggang Makin Ramping, Daya Tarik Seksual Makin Tinggi


lingkar pinggang seseorang menentukan daya tarik seksualnya, demikian simpulan sebuah studi. Hal ini terutama berlaku pada kaum Hawa. Makin menarik mereka secara seksual, semakin ramping pinggang mereka, kata peneliti.


Sebuah tim yang dipimpin ‎Prof. Stuart Brody di University of West Scotland di Inggris menganalisis 699 pria dan 715 wanita antara usia 35 hingga 65 dan menemukan bahwa indikator-indikator seperti persepsi daya tarik seksual wanita, kepuasan seksual dan ukuran pinggang pasangan.


Hasilnya menunjukkan bahwa makin muda seorang pria dan makin ramping pinggang wanita, makin tinggi kepuasan dan kekuatan seksual pria.


Menurut Brody, kondisi pinggang perempuan berkaitan erat dengan berbagai penyakit seperti sakit jantung. Karena itu para pria memilih perempuan dengan pinggang ramping untuk reproduksi maksimal.


Namun, ia menambahkan bahwa para pria secara umum merasa perempuan ramping lebih menarik.


Wanita dengan pinggang kecil juga memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih tinggi. Peneliti memperkirakan bahwa lemak di perut wanita menurunkan hasrat seksual mereka karena mekanisme hormon dan syaraf.


Studi ini dipublikasikan di jurnal Archives of Sexual Behavior. (upi/ap)

Bagaimana Wikipedia Bantu Pekerja Kesehatan Tangkal Wabah Flu

Para ilmuwan mungkin teklah berhasil menemukan cara terbaik untuk melacak penyebaran flu: Perhatikan jumlah orang yang mengunjungi artikel wikipedia mengenai flu dan gejala-gejalanya.Para peneliti diRS Anak Boston, Harvard Medical School, mengatakan bahwa teknik pelacakan itu lebih baik dalam hal akurasi daripada estimasi dari Pusat Pengendalian Penyakit mengenai tingkat penyebaran flu dalam 2 pekan. Hasil taksiran dari kunjungan Wikipedia juga bisa mengungguli akurasi data Tren Flu Google sebanyak 17 persen, para peneliti mengatakan.


"Memiliki perkiraan yang tepat waktu mengenai apa yang terjadi di penduduk dunia merupakan hal terpenting untuk bisa merencanakan secara akurat strategi pemberian vaksin dan mengkoordinasikan personel medis dan kesehatan publik," kata Dr. David McIver, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi ini. "Makin awal makin kami bisa mengetahui penyebaran flu yang ada, makin baik kami akan mampu mendistribusikan sumber daya dan membatasi penyebaran penyakit itu."


CDC memperkirakan flu sudah menewaskan antara 3 ribu sampai 49 ribu warga AS per tahun. "Setiap musim flu memiliki tantangan baru dan ketidakpastian bagi komunitas kesehatan publik dan masyarakat,"ujar tim itu dalam pernyataan resmi. Mereka berharap bahwa metode pemantauan influenza baru ini bisa membantu mendapatkan data yang lebih akurat tentang informasi yang hampir real time dan akurat tentang level penyebaran flu terkini di antara warga dunia.


Untuk bisa menghasilkan data itu, peneliti McIver dan Dr. John Brownstein menghitung jumlah akses artikel-artikel wikipedia tertentu setiap hari dari Desember 2007 hingga Agustus 2013.


Menurut McIver, mereka mencermati 35 artikel wikipedia secara keseluruhan termasuk sejumlah lainnya yang dimaksudkan sebagai pelengkap lalu lintas situs normal, seperti laman beranda Wikipedia.


Para peneliti mengatakan model itu bekerja dengan baik selama musim flu parah dan merebaknya virus H1N1 di tahun 2009. (upi/ap)

Bagaimana Tahu Bisa Bantu Diet Anda


Banyak orang melakukan diet untuk bisa menurunkan atau menjaga  berat badan tetapi sayangnya jika dilakukan secara membabi buta, diet akan membuat orang menjadi kekurangan gizi.


Pola makan yang seimbang penting artinya bagi asupan yang sehat.Mengkonsumsi lebih banyak protein dan mengurangi karbohidrat membantu mencapai tujuan dalam menurunkan berat badan. Inilah mengapa tahu seharusnya menjadi bagian asupan penting diet Anda. Dengan kandungan protein tinggi, tahu bisa menggantikan nasi dan makanan pokok lain, dan menjadi bahan makanan yang dapat diolah menjadi berbagai masakan lezat dan bisa dimasak dengan berbagai cara.


Kacang kedelain yang menjadi bahan utama dalam tahu mencegah badan menyerap nutrisi dan lemak berlebih dan kandungan serta pangan yang melimpah membantu proses pencernaan dalam tubuh.


Penulis makanan Shin Dong-ju mengatakan,"Tahu bisa digunakan dalam berbagai resep makanan, tetapi jika Anda sedang berdiet, pertimbangkan untuk membuat salad dengan sayur segar musiman dan daun-daun muda. Itu semua akan membuat rasa lebih renyah dan kesegaran tahu akan membuat nafsu makan lebih baik. Kudapan ringan yang sehat ialah tahu dengan kecap berbumbu." (cho/ap)

Mengenal Gejala Umum Penyakit Meningitis

Penyakit meningitis dapat dikenali melalui sejumlah gejala umum yang menyertainya, ujar Dokter dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, Dr.dr. Iris Rengganis, Sp.PD.,KAI, FINASIM.

Gejala umum ini ialah sakit kepala, demam, batuk, pilek, kaku kuduk dan radang tenggorokan. "Ada pula gejala lain termasuk meningkatnya kepekaan pada cahaya terang, sering merasa gelisah serta muncul ruam merah dan ungu pada kulit," ujarnya dalam kampanye soal penyakit meningitis di Jakarta, Rabu.

Dokter Iris mengungkapkan, pada tingkat lanjut, seseorang bisa mengalami hilang kesadaran dan pingsan.

Menurutnya, hanya dalam kurun waktu 24 jam, tingkat keparahan meningitis dapat meningkat. Akibat terburuk apabila tidak cepat ditangani ialah kematian. Penyakit meningitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri meningokokus yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang.

Infeksi ini bisa terjadi karena adanya peradangan yang disebabkan virus maupun bakteri pada selaput tersebut.

Menurutnya, anak-anak merupakan pihak yang paling beresiko terkena penyakit meningitis karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna. Di samping itu, penyakit ini juga mudah menyerang seseorang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, iritasi nasofaring (karena rokok, infeksi saluran pernafasan).

Kemudian, lanjut ia, penularan meningitis umumnya terjadi bila melalui kontak langsung dengan penderita atau terpaparnya cairan tubuh penderita melalui ludah, dahak, ingus, cairan bersin dan cairan tenggorokan.

Untuk mencegah terkena penyakit meningitis, dr. Iris menyarankan untuk menerapkan perilaku hidup bersih, seperti kebiasaan mencuci tangan, mengenakan masker terutama saat bepergian ke wilayah endemik meningitis, mengonsumsi makanan dan minuman dengan asupan nutrisi seimbang, dan vaksinasi.

"Mengingat cara penyebarannya yang sederhana dan dampaknya yang mematikan walaupun setelah mendapatkan perawatan, tindakan preventif menjadi salah satu upaya terbaik guna mencegah penularan penyakit ini," katanya. Ia menambahkan, bila seseorang terlanjur menderita meningitis, maka dibutuhkan segera penanganan ahli medis. (ant)

Studi: Selembar Uang Bisa Jadi Rumah 3000 Bakteri


Para peneliti di Dirty Money Project New York University menganalisis DNA di lembaran uang 1 dollar dan menemukan sekitar 3000 jenis bakteri di dalamnya. Jumlah itu beberapa kali lebih banyak daripada yang ditemukan dengan hanya menggunakan mikroskop.


Jane Carlton, direktur pemisahan genome di Pusat Genomik dan Bioologi Sistem mengatakan pada Wall Street Journal: "Ini mengejutkan kami. Kami sebenarnya menemukan bahwa mikroba bisa tumbuh di uang." Carlton dan rekan-rekannya menggunakan analisis database terkomputerisasi dan pemisahan gen berkecepatan tinggi dari p80 lembar uang 1 dollar dan menemukan berbagai DNA mikroba hidup.


Temuan yang tidak dipublikasikan di jurnal ilmiah ini menyatakan adanya 1,2 miliar segmen DNA ditemukan di sini, jumlah yang mencapai separuh jumlah DNA seorang manusia. Para peneliti menemukan bakteri, virus, jamur dan bakteri patogen di lembar uang. Secara khusus, studi ini menemukan bakteri jenis Staphylococcusaureus, penyebab infeksi kulit, penyakit pernapasan dan keracunan makanan; E.coli, bakteri yang ditemukan di usus yang bisa menyebabkan luka di lambung. Semuanya ada di 1 lembar uang kertas tersebut. [The Wall Street Journal/ap]

Kanker Kulit di Kelopak Mata Dipicu Paparan UV Berlebihan

Kebanyakan orang tahu paparan sinar ultraviolet dapat berbahaya bagi tubuh tetapi banyak yang mungkin tidak menyadari bahaya sinar UV dapat merusak mata dan penglihatan.



Hugh R. Parry , Presiden dan CEO "Prevent Blindness" mengatakan US Environmental Protection Agency mengatakan karsinoma sel basal - jenis yang paling umum dari kanker kulit - juga dapat mempengaruhi kelopak mata dan mungkin muncul di kelopak mata bawah, di sudut-sudut mata dan di bawah alis.


Ada berbagai jenis UV : UV -A radiasi menembus jauh ke dalam mata yang dapat melukai makula , bagian dari retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan di bidang pusat penglihatan. Radiasi UV - B diduga lebih berbahaya dan terutama diserap oleh kornea dan lensa mata dan dapat merusak jaringan tersebut.


Sinar UV kerusakan pada mata meliputi :
- Katarak : sinar UV , terutama sinar UV - B , dapat menyebabkan beberapa jenis katarak .
- Terbakarnya kornea, atau photokeratitis , adalah hasil dari paparan jangka pendek yang tinggi terhadap sinar UV - B . Berjam-jam di pantai atau ski tanpa pelindung mata yang tepat dapat menyebabkan kondisi yang menyakitkan ini yang juga dapat menyebabkan kehilangan penglihatan sementara.
- Degenerasi makula , penyebab utama kehilangan penglihatan untuk yang lebih tua orang dewasa AS .
- Pterygium , pertumbuhan yang dimulai pada putih mata dan mungkin melibatkan kornea . Akhirnya , pertumbuhan sel yang tak terkendali dapat menghalangi penglihatan.



" Hal ini sangat penting bagi kita untuk selalu ingat untuk melindungi mata kita dari sinar UV saat menuju luar rumah , dan , untuk secara konsisten memberikan contoh yang baik bagi anak-anak kita , " kata Parry dalam sebuah pernyataan . " Dengan menunjukkan pentingnya melindungi visi kami , kami mudah-mudahan dapat membantu menyelamatkan penglihatan bagi diri kita dan generasi yang akan datang." (ap)

Batuk Jangan Dianggap Sepele


Batuk bagi sebagian masyarakat masih dianggap sepele, padahal batuk dapat merupakan gejala penyakit serius, kata praktisi kesehatan dr Aldrin Neilwan Pancaputra dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Jakarta.


'Kalau ada keadaan tidak normal di tubuh, seperti batuk, itu tandanya ada gangguan,' kata Aldrin di Jakarta, Minggu.


Menurut dia, batuk bisa jadi karena alergi, polusi, namun bisa juga gejala gangguan paru dan jantung.


Karena itu, kata dia, baiknya langsung diperiksa ke ahlinya. 'Jika kita mendapati masalah kesehatan, berobatlah pada ahlinya,' katanya.


Namun demikian, kata dia, ada hal pertama yang harus diperhatikan, yakni kenali diri sendiri terlebih dahulu apa saja yang menyebabkan tubuh terkena batuk. 'Bisa jadi dia alergi debu, yang ternyata karena banyak pakaian kotor digantung di sekitarnya,' ujarnya.


Jika memang harus mengonsumsi obat, kata dia, gunakan secara rasional, sesuai dengan indikasi dan tata caranya. Mengingat banyaknya obat batuk yang beredar di pasaran, menurut dia, masyarakat juga harus hati-hati. 'Lihat kemasannya dan harus teregistrasi dari BPOM,' ujarnya.


Mengenai zat aktif yang ada di dalam suatu obat, menurut dia memang ada kemungkinan efek negatifnya. 'Tetapi seberapa besar efeknya, tergantung pada penggunaannya,' kata dia.


Disinggung mengenai adanya keputusan Kepala BPOM No.HK.04.1.35.06.13.3534 tahun 2013 tentang Pembatalan Izin Edar Obat Mengandung Dekstrometorfan Sediaan Tunggal, menurut Aldrin, kebijakan yang dikeluarkan pastinya sudah melalui kajian yang mendalam.


'Tentunya BPOM punya alasan dan pertimbangan mengapa penggunaan zat itu dilarang,' ujarnya.


Sebelumnya, Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza BPOM Retno Tyas Utami mengatakan pada Juni 2014 dipastikan semua dekstrometorfan sediaan tunggal tidak lagi beredar di masyarakat.


'Yang diizinkan beredar adalah dekstrometorfan yang sudah dikombinasikan dengan zat lain,' kata Retno pada acara media gathering di kantor BPOM, beberapa waktu lalu.(ant/rd)

Studi: Efek Rokok Elektronik Sama Buruknya dengan Rokok Biasa


Sebuah studi terkini menunjukkan bahwa asap dari rokok elektronik (e-cigarette) merusak sel manusia serupa dengan asap dari rokok biasa.


Para peneliti menyajikan  hasil studi yang disajikan di jurnal Riset Kanker Klinis di pertemuan tahunan American Association for Cancer Research  pada tanggal 6 April 2014 di San Diego. Para peneliti menggambarkan bagaimana asap ini merusak sel bronkial dan mendorong pertumbuhan sebagian sel di lingkungan yang penuh asap rokok elektronik dan di lingkungan lain yang dipenuhi asap rokok biasa.


Hasilnya menunjukkan kedua kumpulan sel itu memiliki pola ekspresi gen yang sama, yang artinya mereka dapat menimbulkan kerusakan di sel yang memicu mutasi yang dapat menimbulkan kanker.


Kata periset studi Avrum Spira di Boston University,"Terdapat sejumlah persamaan yang mengejutkan."

Spira mengatakan efek keduanya tidak identik tetapi tim riset mengevaluasi apakah perubahan akan membuat sel-sel tubuh berperilaku seperti sel kanker di kultur. Mereka belum bisa mengatakan secara yakin apakah rokok elektronik menimbulkan kanker hingga riset selesai tetapi temuan ini menyiratkan bahwa rokok elektronik juga sama tidak amannya. (ap)

Waspadai Lokasi Rawan Jentik Nyamuk di Sekolah

Sekolah adalah salah satu tempat rawan yang bisa menjadi pusat penyebab demam berdarah karena nyamuk Aedes Aegypti biasanya aktif pada saat anak berada di sekolah, yaitu pukul 08.00-10.00 dan 15.00-17.00.

Risiko penularan demam berdarah lebih tinggi bila banyak genangan air tidak terurus di sekolah yang menjadi tempat bersarangnya jentik nyamuk, kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dr Dien Ermawati, M.Kes, hari ini.

Dia menjelaskan beberapa tempat di sekolah yang bisa menjadi sarang jentik nyamuk adalah kamar mandi dan kolam.

"Tapi sekolah dasar DKI Jakarta sebagian besar pakai ember, bukan bak jadi tidak ada lagi tempat penampungan jentik," ujarnya di Jakarta, Minggu.

"Tetapi di taman-taman sekolah kadang ada kolam berisi air tapi tidak ada ikannya, itu rawan jadi sarang berkembangnya nyamuk," lanjutnya.

Pemberantasan sarang nyamuk, kata Dien, adalah cara penting untuk membasmi kasus demam berdarah. Pada 2013, jumlah kasus DBD di provinsi DKI Jakarta melonjak menjadi 10.156 dari 6.669 dibandingkan tahun sebelumnya.

Dien mengatakan lonjakan ini juga dipengaruhi oleh perubahan iklim yang membuat genangan-genangan air bertambah banyak.

Cara efektif memberantas sarang nyamuk adalah menutup tempat penampungan air seperti tangki air dan drum, menguras dan menyikat dinding tempat penyimpanan air seperti bak mandi dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air.

Cara lain mencegah munculnya jentik nyamuk adalah memelihara ikan pemakan jentik nyamuk seperti ikan cupang dan membubuhkan larvasida di tempat yang sulit dikuras atau daerah sulit air. (as)

Riset: Kebiasaan Tak Sehat di Masa Kuliah Bisa Picu Risiko Kanker di Masa Tua



Gaya hidup yang masa bodoh di masa kuliah bisa menjadi sumber penyesalan seumur hidup. Dalam jangka panjang, kebiasaan-kebiasaan yang kurang sehat dapat menghantui mereka dalam jangka panjang di masa depan, demikian ungkap para peneliti. Mereka menyatakan mayoritas mahasiswa menurut sebuah studi terkini di Northwestern Medicine dan Northeastern Illinois University mengadopsi kebiasaan tidak sehat yang menimbulkan risiko kanker yang lebih tinggi di masa datang.


Menurut survei dan studi yang dilakukan oleh peneliti Northwestern, sekitar 95% mahasiswa tidak mau mengkonsumsi buah atau sayur mayur sebagai asupan hariannya. Dan lebih dari 60% tidak berolahraga. Belum lagi tingkat kebiasaan minum miras, obesitas dan penggunaan tembakau yang tinggi di usia muda.


"Mengubah perilaku tak sehat pada diri mahasiswa saat ini menjadi salah satu cara mencegah risiko kanker dan penyakit lainnya di masa datang," jelas Brian Hitsman, seorang asisten pengajar dalam ilmu medis preventif dan peneliti utama dalam studi itu.


Studi yang dipublikasikan minggu ini di jurnal Preventive Medicine ini dilakukan dengan mengumpulkan data National College Health Assessment tahun 2010.


Studi ini juga menelaah tentang kecenderungan perilaku di antara berbagai kelompok etnis dan rasial. Meski mahasiswa kulit putih lebih mungkin minum alkohol dan menggunakan tembakau dengan berlebihan, mahasiswa kulit hitam lebih berisiko merokok dan kegemukan.


Dan meski mahasiswa kulit putih lebih suka minum miras (37,5%), mahasiswa kulit hitam memiliki kecenderungan lebih rendah untuk kekurangan asupan buah dan sayur (98,1%).


Di antara temuan positif itu, mahasiswa Asia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk berolahraga lebih banyak (74,6%).


"Terdapat disparitas kanker dalam aspek risiko, kematian dan morbiditas dengan minoritas rasial dan etnis di AS,"ujar Hitsman. "Dalam studi ini, kami menemukan beberapa faktor risiko perilaku yang sudah dimulai sejak masa muda. Riset mendatang seharusnya memantau persistensi perilakuk berisiko kanker yang mengemuka berdasarkan ras dan etnis." (upi/ap)

Maluku Antisipasi Penyebaran Virus MERS-Cov

Dinas Kesehatan Maluku telah menginstruksikan jajarannya di kabupaten dan kota untuk mengawasi penyebaran virus Middle East Respiratory Syndrome Corona (MERS-Cov) ke daerah ini.

"Pengawasan ini secara langsung melalui setiap puskesmas yang ada, terutama terhadap masyarakat yang baru selesai melakukan perjalanan dariTimur Tengah atau menunaikan ibadah haji di tanah suci dan kembali ke daerah,"kata Kadis Kesehatan Maluku, dr Meylke Pontoh, di Ambon, Rabu.

virus mers-Cov yang saat ini sedang mewabah diduga berasal dari Timur Tengah dan sejauh ini belum ada obat atau vaksin yang tepat untuk mengobati pasien maupun memutuskan mata rantai penyebarannya.

"Sampai saat ini memang belum ada temuan kasus penderita MERS di Maluku dan kita harapkan tidak terjadi, tetapi perlu ada langkah antisipatif untuk mencegah masuknya wabah itu," katanya.

Karena orang yang paling rentan terserang virus mers-Cov adalah mereka yang melakukan perjalanan ke Timur Tengah atau menjalankan ibadah haji maupun umroh, jadi saat kembali ke Maluku perlu diawasi kondisi kesehatannya.

Meylke mengatakan, seseorang yang sudah terinveksi virus mers-Cov bisa diketahui dari demam atau gangguan pernapasan bagian bawah berupa batuk dan sesak napas yang berlanjut selama dua minggu.

"Apalagi kalau penderita diketahui baru selesai melakukan perjalanan dari Timur Tengah, maka yang bersangkutan disarankan diperiksa ke dokter," katanya.

MERS atau sindrim pernapasan Timur Tengah adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus korona MERS atau disebut dengan istilah MERS-Cov dan korban pertama kali yang terjangkiti dalam 2012 di Arab Saudi.

Virus ini berbeda dengan virus korona lainnya yang telah ditemukan sebelumnya dan berbeda dengan penyebab Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS), tetapi mirip dengan virus korona yang terdapat pada kelelawar. (ant)

Konsumsi Minuman Berenergi Berkaitan dengan Kecanduan Rokok dan Gawai


Para remaja AS yang mengkonsumsi minuman berenergi per minggunya meminum lebih banyak minuman bergula berisiko lebih tinggi menghabiskan waktu di depan komputer, ponsel dan layar TV.Peneliti utama Nicole Larson dari  School of Public Health at the University of Minnesotdan rekan-rekannya di duke university mengatakan konsumsi minuman berenergi meningkat tiga kali lipat di antara warga AS dalam beberapa tahun belakangan, demikian dilansir dari laman MinnPost.com
Studi yang dipublikasikan di Journal of Nutrition Education and Behavior menemukan bahwa 38% remaja mengatakan mereka meminum minuman berenergi dan 15% mengatakan mereka minum minuman berenergi setidaknya sekali seminggu.


Para peneliti menggunakan ndata yang dikumpulkan dari 20 sekolah negeri dan SMA di daerah metropolitan Minneapolis-St. Paul yang mencakup 1793 individu dengan usia rata-rata 14,4 tahun selama tahun ajaran 2009 hingga 2010. Sebanyak 81% mengatakan mereka bukan warga AS Hispanik.


Para remaja yang meminum minuman berenergi setidaknya sekali seminggu cenderung secara fisik lebih aktif dan lebih berkemungkinan untuk turut serta dalam olahraga yang terorganisir daripada sesamanya yang tidak meminum minuman olahraga tetapi minuman olahraga tinggi gula dan kandungan kalorinya terkait dengan naiknya berat badan dan memburuknya kesehatan gigi.


"Di antara para remaja pria, konsumsi minuman olahraga per minggu secara signifikan terkait dengan kebiasaan menonton TV yang lebih sering; anak laki-laki yang secara teratur meminum minuman olahraga menonton TV sekitar 1  jam lebih banyak per minggu dibandingkan rekan mereka yang mengkonsumsi minuman olahraga kurang dari sekali sepekan,"ujar Larson dalam sebuah pernyataan resmi.


"Anak laki-laki yang mengkonsumsi minuman berenergi setidaknya sekali sepekan menghabiskan kira-kira 4 jam lebih banyak per minggunya memainkan video games dibandingkan dengan mereka yang minum minuman serupa kurang dari sekali seminggu."


American Academy of Pediatrics merekomendasikan remaja untuk minum minuman olahraga hanya setelah kegiatan fisik yang lama dan menguras tenaga dan seharusnya tidak diminum terlalu sering karena tidak ada manfaatnya dan meningkatkan risiko overstimulasi sistem syaraf. (ap)