Diabetes merupakan gangguan kesehatan serius yang dikaitkan dengan tingkat tinggi glukosa dalam darah. Yang paling jamak adalah diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif. Individu dengan diabetes tipe 2 masih dapat menghasilkan hormon insulin, tetapi mendapat perlawanan dari tubuh atau dalam jumlah yang kurang.
"Struktur genetika bangsa Asia adalah struktur yang rentan dengan diabetes melitus tipe 2, termasuk Indonesia," ucap dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, Ketua Umum Jakarta Diabetes Meeting 2012 di acara 'Seminar Media Jakarta Diabetes Meeting, Diabetes Management: Strategy of Treatment and Evaluation to Prevent Further Complications'.
American Diabetes Association bahkan menyebut sebanyak 95 persen kasus adalah diabetes tipe 2. Selain faktor genetik, namun gaya hidup buruk dianggap berkontribusi mengembangkan sakit ini, seperti kelebihan berat badan dan pola makan yang buruk.
Pengendalian glukosa dalam darah menjadi kunci meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes. Bisa dilakukan sesuai dengan tingkatan kasusnya.
1. pencegahan primer
Ditujukan bagi orang yang belum terkena diabetes melalui perubahan gaya hidup sehat. Pencegahan ini sangatlah sulit, karena diperlukan kedisiplinan ketat dalam menjalankan pola hidup sehat.
2. pencegahan sekunder
Pencegahan akan terjadinya komplikasi bagi penderita diabetes, di mana pencegahan ini dilakukan dengan pengendalian kadar glukosa darah dalam tubuh melalui pola hidup sehat maupun dengan penggunaan obat.
3. Pencegahan tersier
Pencegahan ini dilakukan dalam upaya mencegah komplikasi yang sudah terjadi bagi penderita diabetes tidak memburuk. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat, penanganan medis diabetes yang progresif, serta penanganan medis terhadap komplikasi yang ditimbulkan. (*VIVAlife)
No comments:
Post a Comment