Sunday, 18 May 2014

Konsumsi Minuman Berenergi Berkaitan dengan Kecanduan Rokok dan Gawai


Para remaja AS yang mengkonsumsi minuman berenergi per minggunya meminum lebih banyak minuman bergula berisiko lebih tinggi menghabiskan waktu di depan komputer, ponsel dan layar TV.Peneliti utama Nicole Larson dari  School of Public Health at the University of Minnesotdan rekan-rekannya di duke university mengatakan konsumsi minuman berenergi meningkat tiga kali lipat di antara warga AS dalam beberapa tahun belakangan, demikian dilansir dari laman MinnPost.com
Studi yang dipublikasikan di Journal of Nutrition Education and Behavior menemukan bahwa 38% remaja mengatakan mereka meminum minuman berenergi dan 15% mengatakan mereka minum minuman berenergi setidaknya sekali seminggu.


Para peneliti menggunakan ndata yang dikumpulkan dari 20 sekolah negeri dan SMA di daerah metropolitan Minneapolis-St. Paul yang mencakup 1793 individu dengan usia rata-rata 14,4 tahun selama tahun ajaran 2009 hingga 2010. Sebanyak 81% mengatakan mereka bukan warga AS Hispanik.


Para remaja yang meminum minuman berenergi setidaknya sekali seminggu cenderung secara fisik lebih aktif dan lebih berkemungkinan untuk turut serta dalam olahraga yang terorganisir daripada sesamanya yang tidak meminum minuman olahraga tetapi minuman olahraga tinggi gula dan kandungan kalorinya terkait dengan naiknya berat badan dan memburuknya kesehatan gigi.


"Di antara para remaja pria, konsumsi minuman olahraga per minggu secara signifikan terkait dengan kebiasaan menonton TV yang lebih sering; anak laki-laki yang secara teratur meminum minuman olahraga menonton TV sekitar 1  jam lebih banyak per minggu dibandingkan rekan mereka yang mengkonsumsi minuman olahraga kurang dari sekali sepekan,"ujar Larson dalam sebuah pernyataan resmi.


"Anak laki-laki yang mengkonsumsi minuman berenergi setidaknya sekali sepekan menghabiskan kira-kira 4 jam lebih banyak per minggunya memainkan video games dibandingkan dengan mereka yang minum minuman serupa kurang dari sekali seminggu."


American Academy of Pediatrics merekomendasikan remaja untuk minum minuman olahraga hanya setelah kegiatan fisik yang lama dan menguras tenaga dan seharusnya tidak diminum terlalu sering karena tidak ada manfaatnya dan meningkatkan risiko overstimulasi sistem syaraf. (ap)

No comments:

Post a Comment