Sunday, 18 May 2014

Riset: Kebiasaan Tak Sehat di Masa Kuliah Bisa Picu Risiko Kanker di Masa Tua



Gaya hidup yang masa bodoh di masa kuliah bisa menjadi sumber penyesalan seumur hidup. Dalam jangka panjang, kebiasaan-kebiasaan yang kurang sehat dapat menghantui mereka dalam jangka panjang di masa depan, demikian ungkap para peneliti. Mereka menyatakan mayoritas mahasiswa menurut sebuah studi terkini di Northwestern Medicine dan Northeastern Illinois University mengadopsi kebiasaan tidak sehat yang menimbulkan risiko kanker yang lebih tinggi di masa datang.


Menurut survei dan studi yang dilakukan oleh peneliti Northwestern, sekitar 95% mahasiswa tidak mau mengkonsumsi buah atau sayur mayur sebagai asupan hariannya. Dan lebih dari 60% tidak berolahraga. Belum lagi tingkat kebiasaan minum miras, obesitas dan penggunaan tembakau yang tinggi di usia muda.


"Mengubah perilaku tak sehat pada diri mahasiswa saat ini menjadi salah satu cara mencegah risiko kanker dan penyakit lainnya di masa datang," jelas Brian Hitsman, seorang asisten pengajar dalam ilmu medis preventif dan peneliti utama dalam studi itu.


Studi yang dipublikasikan minggu ini di jurnal Preventive Medicine ini dilakukan dengan mengumpulkan data National College Health Assessment tahun 2010.


Studi ini juga menelaah tentang kecenderungan perilaku di antara berbagai kelompok etnis dan rasial. Meski mahasiswa kulit putih lebih mungkin minum alkohol dan menggunakan tembakau dengan berlebihan, mahasiswa kulit hitam lebih berisiko merokok dan kegemukan.


Dan meski mahasiswa kulit putih lebih suka minum miras (37,5%), mahasiswa kulit hitam memiliki kecenderungan lebih rendah untuk kekurangan asupan buah dan sayur (98,1%).


Di antara temuan positif itu, mahasiswa Asia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk berolahraga lebih banyak (74,6%).


"Terdapat disparitas kanker dalam aspek risiko, kematian dan morbiditas dengan minoritas rasial dan etnis di AS,"ujar Hitsman. "Dalam studi ini, kami menemukan beberapa faktor risiko perilaku yang sudah dimulai sejak masa muda. Riset mendatang seharusnya memantau persistensi perilakuk berisiko kanker yang mengemuka berdasarkan ras dan etnis." (upi/ap)

No comments:

Post a Comment