Sunday, 18 May 2014

Sebuah studi menyimpulkan bahwa orang yang berusia lanjut memiliki masalah pikiran dan ingatan tetapi tidak menunjukkan bahwa itu adalah gejala kepikunan, mungkin memiliki risiko lebih rendah dalam menderita kanker.


Studi-studi telah menunjukkan bahwa orang dengan penyakit Alzheimer's lebih rendah risikonya mengidap kanker tetapi belum diketahui kaitannya, demikian ungkap peneliti Dr. Julian Benito-Leon dari University Hospital di Madrid, dalam sebuah pernyataan.


Kemungkinannya ialah bahwa kanker sudah ada tapi tak terdiagnosis pada orang dengan kepikukan, mungkin karena mereka lebih rendah peluangnya untuk menyebutkan gejala pada perawat dan dokter lebih fokus pada problem kepikunan. Studi terkini bantu kita meneliti teori itu lebih lanjut.


Studi ini melibatkan 2.627 orang berusia 65 tahun ke atas di Spanyol yang awalnya tidak pikun. Kemudian mereka diuji ingatan dan ketrampilan berpikirnya di awal studi. Mereka diuji kembali 3 tahun kemudian dan dilacak rata-ratanya selama hampir 13 tahun.

Para subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok: mereka yang skornya untuk uji pikiran menurun paling cepat, mereka yang skornya naik dan mereka yang ada di pertengahan.


Studi yang dipublikasikan di edisi daring Neurology itu, menyimpulkan bahwa mereka di kelompok yang menurun paling cepat berpeluang 30% lebih rendah meninggal akibat kanker setelah memperhitungkan faktor lain seperti merokok, kencing manis, penyakit jantung dan risiko lain.


Kita harus memahami dengan lebih baik hubungan antara penyakit yang memicu kematian sel abnormal dan penyakit yang memicu pertumbuhan sel yang abnormal, ujar Benito-Leon. Dengan naiknya jumlah penderita kepikunan dan Alzheimer's, diperlukan lagi lebih banyak penelitian untuk itu. (Neurology/ap)

No comments:

Post a Comment