Monday, 19 May 2014

FDA: Tato Temporer Juga Punya Risiko Tersendiri


Karena risiko tato permanen, reaksi kulit alergi, infeksi, tetanus, hepatitis B, hepatiti C, komplikasi MRI, dan sebagainya, banyak yang beralih untuk menggunakan tato temporer, tetapi tato semacam ini juga memiiki risiko tersendiri.


Apa saja risikonya? Sebagian penggemar tato mungkin berpikir tato temporer adalah alternatif yang lebih aman daripada tato permanen karena tidak mengharuskan penggunaan jarum. Terdapat kandungan bahan tambahan perwarna buatan yang berisiko mengganggu kesehatan.


FDA (Badan Obat dan Makanan AS) memperingatkan adanya laporan reaksi tato temporer yang mungkin dapat memicu dan lebih lama dampaknya dari tato temporer. Reaksi ini misalnya kemerahan, bengkak merah, luka, hilangnya pigmen, kepekaan yang berlebihan pada sinar matahari dan bahkan bekas luka permanen. Sebuah reaksi bisa terjadi langsung atau bisa terjadi sepekan kemudian.


Pakar kimia Petigara Harp, pakar epidemi Katherine Hollinger dan ahli kimia John Gasper, semuanya dari FDA,  mengatakan henna hanya diperkenankan untuk pewarna rambut. 


Henna tidak disetujui untuk dipakai di kulit sebagaimana yang dilakukan dalam "mehndi" atau proses hias tubuh. Penggunaan henna di kulit dinyatakan ilegal di AS.


PPD, bahan yang berpotensi menimbulkan reaksi kulit berbahaya pada sebagain orang, tidak diperkenankan dipakai dalam kosmetik di AS, kata FDA. (ap)



No comments:

Post a Comment