Sunday, 18 May 2014

Studi: Diet Soda Tidak Bantu Turunkan Berat Badan


Mereka yang kegemukan dan meminum soda diet mengkonsumsi lebih banyak kalori dari makanan dibandingkan mereka yang berberat badan sama yang meminum minuman bergula, demikian ungkap peneliti AS.
Peneliti utama Sara Bleich, seorang asisten pengajar di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health's Department of Health Policy and Management, dan rekan-rekannya mengatakan mereka menggunakandata dari tahun 1999 hingga 2010 dari National Health and Nutrition Examination Survey.
Peneliti mencermati pola-pola nasional di konsumsi minuman diet para manusia dewasa dan asupan kalori mereka berdasarkan status berat badan.Temuan merekan menyatakan adanya kenaikan konsumsi soda diet  dari 3% hingga menjadi 20% saat ini.
Mereka yang meminum soda diet biasanya memiliki indeks massa tubuh yang lebiht inggi dan mengkonsumsi kudapan lebih banyak daripada mereka yang minum minuman bergula, demikian temuan studi itu.
Penelitian sebelumnya menjelaskan mengapa peneliti menemukan bahwa konsumsi makanan padat yang lebih tinggi pada manusia dewasa yang minum minuman diet bisa terjadi. Pemanis buatan yang ada dalam jumlah tinggi di soda diet memiliki korelasi dengan aktivasi pusat-pusat pemberi imbalan di otak, dan mengubah pengalaman seseorang dari rasa manis, kata Bleich.
Dengan kata lain, sensor rasa manis pada diri manusia peminum soda diet tidak lagi memberikan rasa puas konsumsi energi karena pemanis buata mengganggu kendali nafsu makan. Akibatnya, konsumsi minuman diet bisa memicu masuknya makanan yang lebih banyak, ujar studi itu.
Temuan dan paparan studi ini dapat ditemukan di  American Journal of Public Health. (upi/ap)

No comments:

Post a Comment