Monday, 19 May 2014

Kualitas Sperma Pria Buruk, Risiko Kematian Meninggi


Para pria dengan dua abnormalitas atau lebih dalam sperma mereka (volume, jumlah sperma, motilitas dan bentuknya) dua kali lebih berisiko mengalami kematian selama periode studi 8 tahun dibandingkan dengan para rekannya dengan sperma normal.


Peneliti utama Dr. Michael Eisenberg, asisten pengajar urologi dan direktur medis dan pembedahan reproduksi pria di Stanford University School of Medicine, mengatakan sekitar 1 dari 7 pasangan di negara-negara maju terdampak dalam beberapa aspek terkait infertilitas ini.


Eisenberg dan peneliti senior Dolores Lamb dan Dr. Larry Lipshultz, keduanya dari Baylor College of Medicine, menganalisis catata mendis sekitar 12 ribu pria berusia 20 hingga 50 tahun yang sudah dievaluasi untuk kemungkin infertilitas dari tahun 1994 hingga 2011 di Stanford Hospital and Clinics atau antara 1989 dan 2009 di Baylor College of Medicine di Houston.


Studi yang dipublikasikan di HUman Reproduction itu menemukan bahwa makin banyak jumlah ketidakwajaran dalam sperma seorang pria, makin tinggi risiko kematiannya.(upi/ap)

No comments:

Post a Comment