Riset sebelumnya menunjukkan bahwa warna, rasa dan bau mempengaruhi cara manusia makan dan menikmati makanan. Namun, apa peran yang dimiliki dalam kebiasaan konsumsi kita?
Menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh tim yang dipimpin Dipayan Biswas, pengajar ilmu marketing di University of South Florida, konsumen mempersepsikan makanan bertekstur keras atau kasar sebagai makanan berkalori lebih rendah.
Makalah yang dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research ini menyimpulkan bagaimana makanan terasa dalam mulut mempengaruhi bagaimana kita memperkirakan asupan kalori. Maka dari itu, mereka yang makan mungkin terpengaruh untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan yang rasanya lebih kasar atau keras.
Riset Biswa itu dibantu oleh Courtney Szocs, dari University of South Florida, dan peneliti University of Michigan Aradhna Krishna dan peneliti Columbia University Donald R. Lehmann.
"Kami mempelajari kaitan antara bagaimana makanan terasa dalam mulut dan jumlah yang dimakan, jenis makanan yang dipilih dan jumlah kalori yang kita pikir tengah konsumsi,"tulis peneliti.
Para peneliti mencapai simpulan itu dengan meminta para relawan mencicipi sejumlah makanan dari yang bertekstur keras, kasar, lembut hingga setengah cair.
Biswas dan rekannya mengatakan temuan mereka agar tidak disalahgunakan untuk memanipulasi konsumen saat disajikan makanan yang tidka sehat namun lebih banyak digunakan untuk membantu penanaman kebiasaan makan yang lebih sehat. [Journal of Consumer Research/ap]
No comments:
Post a Comment